Bank Perlu Dorong 82 Persen UMKM Terdampak

  • Bagikan
Bazar Produk Kerajinan Lokal Ecofriendly di Palu, Sulawesi Tengah
PAMERAN: Seorang pelaku UMKM menata barang kerajinannya pada Bazar Produk Kerajinan Lokal Ecofriendly di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (5/12). (ANTARA/ JOGLO JATENG)

JAKARTA – Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, UMKM dan perbankan merupakan dua sektor yang berpotensi mendorong pemulihan ekonomi secara lebih cepat.

“UMKM penting ini sektor sangat terdampak, jadi kebijakan ke depan harus address masalah UMKM,” katanya di Jakarta, Senin (7/12).

Juda menuturkan sebanyak 82 persen UMKM di Indonesia terdampak oleh Covid-19. Sehingga perlu adanya pendorong untuk bangkit yang salah satunya melalui perbankan.

Oleh sebab itu Juda mengatakan pihaknya akan terus mempertemukan sektor UMKM dengan perbankan agar dapat saling mendukung dalam memulihkan perekonomian.

“Kebijakan dilakukan address dua sisi yaitu kita match-kan dan pertemukan antara sektor yang bisa dorong ekonomi ke depan dengan perbankan,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan karena saat ini terdapat asimetris informasi perbankan yaitu pihak perbankan menyamaratakan risiko pada seluruh sektor.

“Perbankan samaratakan risiko. Harus dilihat per sektor dan subsektor sehingga ini bisa mempertemukan, jadi bisa bergulir dan terjadi recovery kredit dan mendorong PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional),” jelasnya.

BACA JUGA:  Parsel Mudik Meriahkan Lebaran

Ia menyatakan Bank Indonesia akan segera mengeluarkan aturan rasio pembiayaan makroprudensial dalam rangka mengoptimalkan penyaluran kredit UMKM. “Bank selama ini ada yang tidak punya expert di UMKM jadi penyalurannya terbatas,” ujarnya

Ia melanjutkan nantinya pada aturan itu pihak perbankan tetap bisa menggandeng mitra lain seperti koperasi, Pegadaian, BPR, maupun financial technology (fintech) dalam memberikan pembiayaan ke UMKM.

Tak hanya itu BI juga akan memperkuat sekuritisasi UMKM dengan perbankan sehingga bank yang tidak bisa menyalurkan kredit ke UMKM dapat membeli surat berharga bank-bank yang sudah kelebihan pemenuhan kredit UMKM.

“Jadi saling complementer antara bank yang tidak bisa memenuhi UMKM. Ini akan didorong mudah-mudahan awal tahun depan bisa dikeluarkan,” imbuhnya. (ara/yos)

  • Bagikan