Dinnakerind Terima Aduan Buruh

  • Bagikan
Mediator Bidang Hubungan Industrial, Dinnakerind Demak, Budi Lukito
TEMUI: Mediator Bidang Hubungan Industrial, Dinnakerind Demak, Budi Lukito menerima sejumlah buruh PT.Yaniko Raya Sayung, di Kantor Dinnakerind, Selasa (15/12). (AJI YOGA/ LINGKAR JATENG)

DEMAK – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak menerima sejumlah buruh dari PT. Yaniko Raya Sayung yang belum lama ini melakukan audiensi dengan DPRD, terkait masalah hak belum diberikan kepada buruh. Puluhan buruh mendatangi kantor dinnakerind untuk meminta penjelasan pengawalan mereka, Selasa (15/12).

Mediator Bidang Hubungan Industrial, Dinnpertan Demak, Budi Lukito, menyampaikan bahwa PT. Yaniko Raya di sayung masih di bawah manajemen PT. Putra Buana yang lokasi pabrik dan manajemennya berlokasi di Genuk, Semarang. Sehingga bangunan yang ada di Sayung hanya gudang cabang saja.

“Sebenarnya jika ada permasalahan dengan PT. Putra Buana, karena kedudukannya di Genuk, maka sudah menjadi wilayah Semarang. Namun, kami dari pihak dinnaskerind akan tetap membantu dan mengawal permasalahan tersebut karena mayoritas pekerjanya adalah masyarakat Demak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dinnakerind selama ini telah berusaha untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak pabrik. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti. Sehingga pihaknya mengharapkan kepada buruh untuk dapat menunggu dan bekerjasama dalam mengentaskan permasalahan ini.

“Kami terus berupaya agar pihak pabrik dapat bertemu secara langsung dengan pekerjanya. Nantinya akan kami cari win-win solution untuk permasalahan tersebut bersama DPRD agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan”, katanya.

BACA JUGA:  PPID Demak Ikuti Presentasi Uji Publik KI Award 2020

Pengacara Pekerja PT Yaniko Sayung dan merupakan anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya, Rockhim mengucapkan terima kasih kepada Dinnakerind yang terus mengawal permasalahan ini. Ia berharap agar masalah ini dapat segera dicari solusinya.

“Semoga masalah ini bisa cepat terselesaikan dan pihak pabrik berkenan bertemu, kasihan pekerja jika harus menunggu lama,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan berkas, pihaknya membenarkan PT. Yaniko Raya dan PT. Putra Buana adalah perusahaan yang sama. Di mana yang berdiri di jalan Sayung KM 5  tersebut adalah cabang atau gudang yang masih beroperasi hingga kini kecuali bagian belakang.

“Di bagian tersebut terdapat 98 karyawan yang selama 4 tahun bekerja dengan sistem upah harian dan pembayarannya dilakukan per minggu dengan kisaran Rp 55.000 hingga Rp65.000 per hari. Jika tidak masuk buruh tidak dapat upah,” ucapnya.

Ia mengharapkan agar nantinya pabrik juga dapat memenuhi hak-hak dasar buruh. Baik itu upah sesuai upah minimum kabupaten (UMK), BPJS ketenagakerjaan, hak cuti, hak libur nasional dan sebagainya.

“Ini menjadi pembelajaran untuk kita semua, saya sudah sampaikan kepada buruh bahwa LBH Demak Raya, Dinnakerind, dan juga DPRD akan mengawal permasalahan ini. Sekarang mereka bisa lebih tenang,” paparnya. (cr3/gih)

  • Bagikan