KPU Pemalang Terbiasa tidak Capai Target

  • Bagikan
Komisioner KPU Pemalang, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan SDM, Agus Setiyanto
Komisioner KPU Pemalang, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan SDM, Agus Setiyanto. (AFIFUDIN/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang patut dipertanyakan. Sebab, penyelenggara pemilu tersebut tidak bisa mencapai target dalam pekerjaannya. Hal itu terbukti dari angka partisipasi masyarakat (parmas) yang masih minim alias jauh dari target yang sudah ditetapkan KPU RI.

”Soal target tidak tercapai itu sudah biasa,” kata Agus Setiyanto, Komisioner KPU Pemalang Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia (Parmasdiklih dan SDM) saat dihubungi wartawan Joglo Jateng, Selasa (15/12).

Tercatat, pada Pilkada 9 Desember lalu, jumlah warga yang datang ke TPS (tempat pemungutan suara) hanya 764.336 pemilih atau 69,1 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemalang sebanyak 1.106.017 pemilih. Angka tersebut jelas jauh dari target partisipasi pemilih yang ditetapkan KPU pusat, yakni 77,5 persen.

Dari KPU Pemalang, imbuh Agus, sebenarnya sudah melakukan penelitian secara khusus terkait penyebab rendahnya partisipasi atau angka golput pada pilkada dan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Bahkan penelitian yang dilakukannya melibatkan lembaga profesional. Hasil yang didapat dari riset tersebut dijadikan formula untuk merancang serta menentukan target sosialisasi pendidikan pemilih pada Pilkada 2020.

Namun, hasilnya masih belum sesuai target yang ditetapkan KPU pusat. ”Kami juga telah menggelar sosialisasi di desa-desa terpencil yang langganan partisipasi rendah di 14 kecamatan. Salah satunya melalui jajaran penyelenggara tingkat desa (PPS),” tegasnya.

BACA JUGA:  Paslon Bupati dan Wabup Pemalang Deklarasi Komitmen Prokes

Para penyelenggara itu, juga melakukan sosialisasi menggunakan mobil keliling. Hal itu dilakukan serentak di 222 desa dan kelurahan. Bahkan, dari KPU juga sudah menggandeng beberapa media tertentu dengan tujuan menyiarkan berbagai informasi soal visi-misi kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati.

”Penyelenggaraan debat publik calon bupati juga kami siarkan secara langsung melalui televisi nasional, radio, dan media sosial (Youtube). Tujuannya, masyarakat kenal dengan semua pasangan calon,” jelasnya.

Meski begitu, sosialisasi dan upaya yang dilakukan KPU tetap belum optimal, sehingga target partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 yang ditetapkan sebesar 77,5 persen tidak tercapai dan masih jauh dari harapan.

Dengan jumlah 69,1 persen partisipasi masyarakat, menyisakan pekerjaan yang cukup besar bagi KPU ke depan, mengingat ada sekitar 300 ribu lebih warga yang tidak menggunakan hak pilihnya.

”Capaian 69,1 persen belumlah final. Ke depan, di pemilu maupun pilkada, kami akan terus melakukan inovasi terkait sosialisasi pendidikan pemilih,” pungkasnya. (lam)

 

  • Bagikan