Usulan Gelar Pahlawan Disosialisasikan

  • Bagikan
Gus Yasin dan Mbah Moen

SEMARANG – Kepergian kiai kharismatik Jawa Tengah, KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen menyisakan segenap harapan bagi para pengikut dan pencintanya. Hal itu tercermin dalam gagasan yang dimunculkan oleh berbagai elemen menyoal pengusulan Mbah Moen sebagai pahlawan Nasional.

Berbagai elemen tersebut lalu menyatu dalam sebuah tim kecil bernama “Khidmah Tim 17” yang bertugas mengeksekusi semua dokumen dan persyaratan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Tim kecil itu kemudian menginisiasi webinar internasional mengenai gagasan tersebut dengan mengambil tema “Sang Kiai Bangsa, Jangkar Politik Kebangsaan”, kemarin.

Webinar itu menghadirkan beberapa tokoh nasional. Diantaranya adalah Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Gus Baha, Dr. Zainul Milal Bizawie (Penulis Buku Masterpiece Islam Nusantara), Drs. Joko Irianto (Kementerian Sosial RI), Romo Aloysius Budi Purnowo, dan lainnya.

Ketua Khidmah Tim 17, Ahmad Rosyidi, mengatakan bahwa webinar tersebut dilakukan dalam rangka menyosialisasikan gagasan pahlawan nasional untuk KH. Maimoen Zubair. Ia mengaku tidak bisa merealisasikan hal itu jika tidak didukung oleh masyarakat yang lebih luas.

“Alhamdulillah kali ini kita bisa bertemu via online dalam webinar internasional bersama banyak tokoh besar negeri ini. Ini merupakan langkah awal kita dalam mensosialisasikan gagasan pahlawan untuk KH. Maimoen Zubair. Dan semoga ini menjadi khidmah kita untuk beliau,” kata Rosyidi.

Sementara itu, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab dipanggil Gus Yasin, selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga merupakan anak dari KH. Maimoen Zubair dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh ulama, kiai, tokoh masyarakat, dan Tim 17 yang telah bersama-sama mengusulkan KH. Maimoen Zubair sebagai pahlawan nasional.

BACA JUGA:  Bapaslon Mulai Tes Kesehatan di RSUP dr Kariadi

“Saya mewakili keluarga dan juga mewakili Pemerintah Jawa Tengah menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah menggagas usulan pahlawan untuk KH. Maimoen Zubair. Ini saya anggap sebagai bentuk khidmah dan cinta kita kepada beliau,” ujar Gus Yasin.

Ia juga mengatakan bahwa KH. Maimoen Zubair merupakan ulama yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia, tapi juga mancanegara. Dedikasi KH. Maimoen Zubair dalam membangun masyarakat Islam dan bangsa Indonesia layak mendapatkan apresiasi.

“Hidup beliau selama ini selalu dihibahkan untuk kepentingan agama dan negara. Banyak hal dan persoalan yang dituntaskan beliau dalam konteks beragama maupun bernegara. Beliau adalah ulama yang mengedepankan toleransi dalam kehidupan, beliau selalu bepegang teguh pada konsep Islam Rahmatan lil alamain,” tegasnya.

Sementara itu, Romo Aloysius Budi Purnowo turut menyampaikan kesannya terhadap KH. Maimoen Zubair semasa hidupnya. Ia mengaku telah menjadikan beliau sebagai pahlawan diri sendiri sebelum gagasan pahlawan nasional itu muncul.

“Dalam diri beliau terdapat tiga hal yang menjadikannya layak menyandang gelar pahlawan nasional, yaitu nasionalis, religius, dan ekologis. Beliau adalah ulama yang sangat peduli terhadap kaum papa. Buktinya beliau rela menemui dan mendengar keluh kesah warga kendeng saat lingkungannya hendak dirampas oleh pabrik semen,” ujarnya (cr2/gih)

  • Bagikan