Membudayakan Kejujuran Menjadi Kesuksesan Siswa

  • Bagikan
nam siswa SMA Negeri 2 Semarang
PRESTASI: Enam siswa SMA Negeri 2 Semarang memperoleh juara 2 tingkat nasional dalam lomba Vidgram yang diadakan oleh DKM Al-Kautsar Universitas Pakuan, Selasa (22/12). (DOK. PRIBADI/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Tantangan nyata bagi dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 yakni mengubah desain pendidikan tatap muka menjadi online teaching atau pembelajaran secara daring. Hingga saat ini banyak sekolah masih menggelar pembelajaran dengan sistem daring.

Dengan tidak adanya kegiatan belajar mengajar dan ekstrakulikuler disekolah membuat beberapa sekolah mengurangi mengirim anak didik mereka mengikuti perlombaan. Meskipun ada beberapa sekolah yang tetap mengirimkan, namun kegiatan lomba dilakukan secara daring.

Salah satu sekolah yang tetap berprestasi yakni SMA N 2 Semarang. Hingga semester awal tahun ajaran 2020/2021 para pelajar sekolah ini telah meraih 70 penghargaan baik level kota, provinsi ataupun nasional.

Kepala Sekolah SMA N 2 Semarang, Yuwana mengatakan di situasi normal sekolahnya bisa meraih 150 hingga 200 juara setiap tahunnya. Meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi sekolahnya tidak berkurang dalam prestasi.

Yuwana menerangkan jika prestasi gemilang yang diraih oleh anak didiknya itu tidak terlepas dari penanaman nilai yang dilakukan oleh para guru kepada para siswa. “Terbiasa bersaing sehat, kemudian terbiasa berprestasi itu kita sudah terbiasa,” ujarnya.

Karena terbiasa bersaingan secara sehat, Yuwana menambahkan, anak didiknya justru yang mencari guru untuk dibimbing untuk mengikuti perlombaan. Meskipun saat ini bimbingan dilakukan secara daring. Bahkan salah satu guru di SMA N 2 Semarang mendapatkan penghargaan karena prestasi membimbing secara online tersebut.

BACA JUGA:  Pers Sekolah Dituntut semakin Berintegritas

Tidak hanya membudayakan untuk berkompetisi secara sehat saja. Yuwana juga menanamkan budaya integritas dan kejujuran kepada anak didiknya.

“Dikejujuran, budaya kami itu hanya menuliskan kalau menemukan atau kehilangan. Perbandingan menemukan dan kehilangan itu adalah satu banding dua puluh. Satu kehilangan, menemukannya dua puluh. Itu bukti integritas sudah terbangun, kalau bukan miliknya tidak akan mengambil,” terangnya.

Menurutnya, integritas seperti itu terbangun dari kebiasaan baik. Mulai dari menghormati yang lebih tua, saat beribadah mereka melaksanakan tepat waktu, kemudian dengan temannya juga kasih sayang.

Sekolah yang memiliki branding SMA N 2 Semarang Berbudaya ini berharap para siswanya memiliki budi pekerti yang luhur dengan jiwa yang bagus. Sehingga mereka memiliki akhlak yang mulia.

Disekolah ini kita bangun dengan Budaya. Jadi membangun sekolah itu membudayakan budaya baik. Sehingga budaya baik itu nanti akan berlanjut dan dibawa kemana dia berada. Kita membangun manusia, sasaran akhirnya itu akhlak mulia. Jadi sasarannya adalah seperti itu,” ujar kepala sekolah yang menjabat di SMA N 2 Semarang sejak 2017 ini. (fat)

  • Bagikan