Jelang Tahun Baru, Gencarkan Operasi Yustisi

  • Bagikan
tim gabungan Polres, Kodim dan Satpol PP Demak
TINDAK: Petugas dari tim gabungan Polres, Kodim dan Satpol PP Demak, sedang memberikan sanksi fisik, berupa push up bagi pelanggar prokes di tempat kerumunan, belum lama ini. (HUMAS/ JOGLO JATENG)

DEMAK – Tim gabungan Polres, Satpol PP dan Koranmil 0716 Demak gencar melakukan operasi yustisi menjelang tahun baru. Warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes) akan ditindak tegas, berupa sanksi push up.

Kasat Binmas Polres Demak, AKP Wasito menuturkan, menjelang tahun baru dan adanya libur panjang akhir tahun ini menjadi faktor yang berpotensi menyebabkan kerumunan masyarakat. Mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Demak akhir-akhir ini menunjukan kenaikan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas, bagi siapapun yang melanggar prokes.

“Bagi warga yang melanggar prokes, baik itu tidak menggunakan masker, jaga jarak dan lainnya akan kami beri tindakan fisik berupa push up. Hal ini untuk memberikan efek jera,” tuturnya, Senin (28/12).

Ia mengatakan, pihaknya akan terus menyusur tempat-tempat yang berpotensi menyebabkan kerumunan. Baik itu pedagang kaki lima, warung makan, pertokoan, supermarket, kafe dan tempat- tempat lain. Selain itu, ia juga mengingatkan kepada pedagang dan masyarakat bahwa pembatasan kegiatan malam hanya sampai pukul 22.00.

“Kami akan kembali menerapkan Surat Edaran Bupati Nomor 45 tahun 2020. Pukul 22.00 pedagang harus menutup warungnya dan masyarakat yang masih nongkrong-nongkrong atau aktifitas lain akan kami suruh pulang,” katanya.

BACA JUGA:  854.984 Pemilih Ditetapkan KPU Demak

Komandan Dandim 0716, Letkol Arh Mohamad Ufiz mengatakan, kegiatan operasi yustiti ini tidak hanya dilakukan pada malam hari saja. Saat siang hari pihaknya juga akan menyusur ke tempat-tempat kegiatan masyarakat, seperti pasar, taman, dan sebagainya.

“Pertama tentu kami akan memberikan edukasi masyarakat agar tetap menerapkan prokes. Jika ada yang melanggar otomatis akan kami tindak tegas secara langsung,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mempercepat penanganan Covid-19 ini, harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk saling menjaga kesehatan. Tidak hanya mengandalkan aparat atau tim gabungan penanganan Covid-19. Ia berharap agar masyarakat bisa menahan diri untuk menikmati hari libur di luar rumah, baik itu tempat wisata atau lainnya, serta untuk tidak merayakan malam pergantian tahun.

“Ini demi kesehatan kita semua, jika masyarakat tetap enggan menerapkan prokes dan aturan-aturan pemerintah mengenai penanganan Covid-19, niscaya penyebaran covid-19 ini akan semakin lama pula berakhirnya,” paparnya. (cr3/gih)

  • Bagikan