Mahasiswa Sukses Kembangkan Bisnis Cupang

  • Bagikan
Annas Akmalul Huda
RAWAT: Annas Akmalul Huda saat memperlihatkan ikan cupang di kediamannya pada Senin (18/01). (NANANG/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Melemahnya sektor ekonomi Nasional akibat pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk lebih kreatif dalam merintis maupun mengembangkan usaha guna kembali memulihkan kondisi ekonomi. Persaingan usaha dalam kondisi pandemi mengharuskan pelaku usaha jeli dalam melihat peluang yang ada.

Annas Akmalul Huda, salah seorang mahasiswa UIN Walisongo Semarang membuktikan hal tersebut dalam merintis dan mengembangkan usahanya di tengah pandemi. Berkat kejeliannya membaca peluang usaha, kini ia meraup omset penjualan hingga puluhan juta rupiah.

Adapun usaha yang ia lakoni adalah usaha jual beli ikan cupang. Lewat usaha yang dirintisnya sejak Maret 2020 lalu itu, ia dapat membantu ekonomi keluarganya dalam kondisi pandemi.

Annas mengatakan tak menyangka bisa mendapat penghasilan yang lumayan besar dari bisnis rumahan yang ia lakoni tersebut. Pasalnya, diawal merintis ia mengaku tak memiliki niat serius dan hanya menyalurkan hobi saja.

“Awalnya ya cuma hobi melihara ikan saja. Tapi pas pandemi itu saya coba iseng-iseng ikut jual beli. Eh nggak taunya keterusan dan semakin lama semakin banyak permintaan,” kata Annas saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Wates, Ngaliyan, kemarin.

Ia menjelaskan, peluang usaha jual beli ikan cupang yang ia lakukan memiliki prospek yang relatif jelas kedepannya. Ia memutuskan untuk serius menjalani usahanya ketika melihat pemasaran ikan cupang di Indonesia cukup menjanjikan.

BACA JUGA:  UMP Gratiskan Biaya Kuliah Satu Semester

“Kalau dulu kan seribu rupiah saja sudah dapat, tapi sekarang minimal satu ikan itu harganya Rp 30 ribu. Apalagi sudah ada beberapa kontes cupang juga, jadi bisnis ini lumayan menjanjikan,” tutur mahasiswa prodi Aqidah dan Filsafat Islam itu.

Ia menambahkan, di rumahnya ia hanya melakukan budidaya ikan cupang beberapa spesies saja, belum secara keseluruhan. Ia masih mengambil stock ikan dari beberapa daerah seperti Kudus, Jepara, Kendal ketika ada permintaan pesanan.

“Kalau modelnya budidaya gini kan kita harus tunggu sampai umurnya benar-benar pas untuk dijual. Nah sambil menunggu umurnya pas itu kalau ada permintaan saya ambilkan dari daerah lain,” tambahnya.

Ketika disinggung soal penghasilan, ia menyampaikan bahwa masih terjadi fluktuasi penghasilan di setiap bulannya. Namun ia mengaku mampu menghasilkan rata-rata Rp 3-4 juta perbulannya.

“Masih naik turun kalau penghasilan. Tapi alhamdulillah, seminggu yang lalu ada permintaan ikan cupang dengan total nilai transaksinya sampai Rp 30 juta,” ujarnya. (cr2/fat)

  • Bagikan