Pemohon Santunan Kematian Covid-19 Capai 185 orang

  • Bagikan
Pemakaman pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan
GANTI: Pemakaman pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kudus mencatat jumlah pemohon santunan kematian akibat penyakit Covid-19 dari Pemerintah Pusat bertambah menjadi 185 orang. Kepala DSP3AP2KB Mundir menuturkan, awalnya hanya ada 43 pemohon di Kudus.

Mundir mengungkapkan, DSP3AP2KB Kudus sudah enam kali menyampaikan permohonan ahli waris untuk mendapatkan santunan kematian ke pusat melalui Pemprov Jateng. “Kami sifatnya hanya memfasilitasi ahli waris yang berkeinginan mengajukan santunan kematian akibat Covid-19,” jelasnya di Kudus, Senin (18/1).

Untuk mengajukan bantuan tersebut, tambah Mundir, setiap pemohon harus melengkapi sejumlah persyaratan. Di antaranya keterangan resmi dari rumah sakit atau puskesmas, atau dinas kesehatan terkait kematian serta foto ketika masih hidup. Masyarakat yang hendak mengajukan permohonan dipersilakan datang ke Kantor DSP3AP2KB Kudus untuk menanyakan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

“Para ahli waris yang keluarganya meninggal akibat Covid-19, silakan mengajukan pemberian santunan kematian tersebut. Nanti kami yang akan memfasilitasi pengajuannya ke Pemerintah Pusat melalui Dinsos Provinsi Jateng,” ujar Mundir.

BACA JUGA:  Plt Bupati HM Hartopo Beri Apresiasi Capaian SMPN3 Kudus

Adapun besarnya santunan yang akan diberikan Pemerintah Pusat sebesar Rp15 juta. Jumlah pemohon sendiri, lanjut Mundir, belum sebanding dengan jumlah warga Kudus yang meninggal akibat Covid-19 yang mencapai ratusan orang.

Dari 185 pemohon, Mundir mengakui belum mendapatkan laporan sudah ada yang menerima pencairan dana bantuan tersebut. “Bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemohon. Kami tahunya ketika sudah ada yang melapor,” terangnya. (ara/abu)

  • Bagikan