Ganjar Pastikan Tempat Isolasi Aman

  • Bagikan
Pasien Covid-19 di Donohudan, Boyolali
SEMANGAT: Pasien Covid-19 di Donohudan, Boyolali saat melambaikan tangan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (19/1). (HUMAS/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Kasus Covid-19 di Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, per Selasa (19/1), total kasus kematian sudah menembus angka 7 ribu jiwa.

Menurut data yang diunggah di website corona.jatengprov.go.id, Selasa (19/1) pukul 12.00, dari 113.428 kasus di atas, terdiri dari 12.051 kasus aktif atau pasien yang masih dirawat. Sedangkan 94.313 pasien sembuh, dan 7.064 meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan total kasus Corona di Jateng Senin (18/1), maka ada penambahan kasus baru hari ini sebanyak 1.311. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus baru sebelumnya yang sebanyak 1.105 kasus, maka kasus baru kemarin bertambah 206 kasus. Lalu, perbandingan data kasus aktif berkurang 93 kasus, data kasus sembuh bertambah 1.247, dan jumlah kasus meninggal bertambah 97 orang dalam sehari.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan bahwa penanganan Covid-19 di Jawa Tengah sampai saat ini masih terkendali. Ketersediaan tempat tidur baik ICU dan isolasi masih aman.

“Di Donohudan saja, dari kapasitas 846 bed, saat ini hanya terisi 88 pasien. Dan sejak dioperasikan, terbanyak yang dirawat di sini hanya 300 an. Jadi masih banyak sekali kapasitasya. Artinya masyarakat tidak perlu cemas,” ucapnya.

BACA JUGA:  Gelar Apel Kasatwil, Kapolri Berikan Arahan Tegas Keseluruh Jajaran

Ganjar juga telah mendorong adanya penambahan kapasitas ICU dan tempat isolasi di seluruh rumah sakit di Jateng. Ia meminta setiap Kabupaten/Kota menyediakan minimal 15 ICU.

“Terus kami minta ditingkatkan. Progresnya sudah baik, dalam minggu ini untuk ICU sudah naik 23 persen, belum isolasi yang juga meningkat. Maka kami minta seluruh daerah terus meningkatkan kapasitas, kalau ada kesulitan, langsung lapor kami agar segera dicarikan solusi,” pungkasnya. (git/fat)

  • Bagikan