Gus Yasin Sebut Para Santri Siap Sumbang Plasma Konvalesen

  • Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong pondok pesantren untuk menjadi lumbung donor plasma konvalesen. Menurutnya, ponpes di Jateng yang sempat menjadi klaster tertinggi penyebaran covid 19, bisa menjadi solusi minimnya stok plasma konvalesen.

“Mereka siap untuk mendonorkan, apalagi anak pondok pesantren relatif masih usia muda. Kita akan memberi edukasi dan berkoordinasi supaya santri bisa melakukan donor plasma konvalesen,” kata Gus Yasin, Rabu (20/1).

Wagub menjelaskan, tujuan edukasi kepada calon pendonor agar memahami persiapan yang perlu dilakukan. Misalnya, dinyatakan sembuh dari Covid 19 dengan hasil tes PCR negatif, bebas gejala setelah 14 hari dinyatakan sembuh, tidak punya penyakit bawaan, dan sehat.

“Kalau edukasi ke masyarakat lebih masif, saya yakin akan banyak yang ingin membantu pasien Covid-19,” ujarnya.

Jika banyak yang ingin melakukan donor, lanjut dia, pemerintah akan mengimbangi dengan membantu penambahan unit transfusi darah (UTD). Saat ini, baru ada tiga UTD di Jawa Tengah yakni PMI Kota Semarang, PMI Kota Surakarta dan PMI Kabupaten Klaten yang bisa dikunjungi untuk donor plasma konvalesen.

BACA JUGA:  Klaster Ponpes Terbanyak

“Kalau penyintas Covid banyak yang ingin donor, maka kita perlu tambah UTD, daerah yang belum ada seperti di Kabupaten Rembang, Pati, Pekalongan, dan Brebes, serta pondok pesantren yang jauh dan banyak yang terpapar, jika memang harus kita adakan, kita upayakan,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Unit Kesehatan Transfusi Darah, PMI Jawa Tengah, Dwi Handoko mengatakan peningkatan permintaan plasma darah konvalesen mulai muncul sejak November 2020 kemarin.

Permintaan donor plasma konvalesen naik kurang lebih 45 persen yang terjadi sejak awal November sampai bulan ini. “Sampai hari ini saja kita sudah dapat 871 kantong plasma konvalesen,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya kini terus menyosialisasikan tentang donor darah konvalesen ke masyatakat. Mulai tiap puskesmas maupun balai kesehatan di sejumlah daerah. “Masih minimnya pendonor darah konvalesen menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk melayani kebutuhan donor darah plasma konvalesen,” katanya. (git/gih)

  • Bagikan