Estafet Pembangunan akan Terus Berlanjut

  • Bagikan
Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Mohamad Arifin
SINERGI: Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Mohamad Arifin menerima kunjungan tim Joglo Jateng. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

PEMALANG – Saat ini, Kabupaten Pemalang sedang memasuki masa transisi menuju pergantian kepala daerah yang baru. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menjamin program yang telah dicanangkan oleh bupati sebelumnya akan terus berlanjut. Hal ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat setempat.

Sekretaris Daerah (Setda) Mohamad Arifin menjamin pembangunan akan terus dilakukan agar roda perekonomian daerah menjadi lebih baik lagi. Ia menyebutkan, bupati terpilih yang baru akan fokus meningkatkan infrastruktur jalan dalam 100 hari pertama. Arifin menjelaskan, dengan kondisi jalan yang semakin baik, maka roda perekonomian dan sosial akan berputar lebih efisien.

“Prinsipnya, semua yang menyangkut kesejahteraan masyarakat akan terus ditingkatkan,” ujarnya saat menerima kunjungan Joglo Jateng, beberapa waktu lalu.

Ia berharap agar kedepannya pembangunan yang sudah terlaksana dapat memberi manfaat bagi masyarakat Pemalang. Ia menyebutkan, saat ini berbagai proyek besar telah selesai dan tinggal menunggu peresmiannya saja. Arifin mengatakan terdapat berbagai insfrastruktur baru dan direnovasi selama kepemimpinan Bupati Junaedi. Antara lain Gedung DPRD Pemalang, Masjid Agung Pemalang, Pasar Randudongkal dan Stadion Mochtar Pemalang.

Meski begitu, peresmian berbagai bangunan tersebut ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan demi keselamatan masyarakat setempat untuk menghindari adanya klaster penyebaran Covid-19.

“Bangunan itu harus diresmikan, itu kan bukti nyata bangunan itu sudah selesai dan tidak ada persoalan apa pun. Persoalan nanti pejabat yang meresmikan lama atau yang baru, itu hanya persoalan regulasi saja,” jelasnya.

Lalu, Arifin menjamin penangangan Covid-19 akan terus berjalan dengan ketat. Menurutnya, meski Pemalang tidak termasuk ke dalam daerah yang diinstruksikan untuk melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pemerintah setempat tetap melakukan pembatasan di berbagai sektor. Seperti meniadakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Pemalang ke-446 bulan ini, dan menerapkan work from home (WFH) bagi ASN.

BACA JUGA:  DPRD Pemalang Menetapkan 7 Rancangan Peraturan Daerah

“Sekalipun di dalam instruksi menteri dalam negeri (mendagri) maupun surat edaran gubernur, Kabupaten Pemalang tidak termasuk. Tetapi kita sudah melakukan apa yang diamanatkan dalam surat edaran tersebut,” tegasnya.

Kesejahteraan Guru Diperhatikan

Pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang ini menjelaskan, pihaknya juga akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer setempat. Pemerintah setempat akan tetap memperjuangkan hak para guru agar mendapat kejelasan atas statusnya. Meski begitu, ia akan tetap menunggu instruksi dari pemerintah pusat selaku pembuat regulasi.

“Memperjuangkan nasib mereka (guru honorer) kedepan supaya ada kejelasan dan itu sudah kita lakukan berulang kali. Setiap pada kesempatan untuk menyampaikan ke pusat, selalu kita lakukan,” katanya.

Ia mengakui, saat ini tenaga guru semakin dibutuhkan. Permintaan guru yang semakin meningkat menyebakan tenaga guru masih mengalami kekurangan. Ia juga berharap upaya yang dilakukan oleh pemerintah dapat memperbaiki nasib guru honorer yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun lamanya untuk menjadi pegawai tetap.

“Saya optimis kalau untuk tenaga guru akan menjadi lebih baik lai, karena pemerintah memang butuh guru,” tuturnya. (akh/gih)

  • Bagikan