Ganjar Sebut PPKM Berdampak Positif

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen
PAPARAN: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat memimpin rapat evaluasi Covid-19 di ruang rapat Pemprov Jateng, Senin (25/1). (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan, pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid I berdampak positif. Hal tersebut mengacu pada tingkat keterpakaian rumah sakit di provinsi ini jauh di bawah rata-rata daerah lain.

“Alhamdulillah kalau melihat dari angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan, Jateng itu di angka 66,67% dan Bali 60,32%. Ini bagus, karena yang lainnya di atas 70%,” kata Ganjar, usai memimpin rapat evaluasi Covid-19 di kantornya, Senin (25/1).

Selama PPKM, lanjut Ganjar, penegakan operasi yustisi telah dilakukan dan memperoleh 3.665 pelanggar. Dari jumlah itu, pelanggaran yang dilakukan restoran, kafe dan rumah makan sebanyak 732, PKL sebanyak 1403, pasar tradisional dan modern sebanyak 595, tempat hiburan 33, hajatan 189, keagamaan 3, dan olahraga serta seni 57 pelanggaran. Ada pula obyek wisata yang melakukan pelanggaran sebanyak 133 lokasi, hotel dan penginapan 26 dan lainnya 504.

“Dari pelanggaran-pelanggaran itu, sebanyak 1998 diberikan sanksi teguran tertulis, 873 dilakukan penertiban dan penutupan atau penyegelan sebanyak 794,” jelas Ganjar.

BACA JUGA:  3 Ribu Lebih Warga Jateng Kena Sanksi Protokol Kesehatan

Jika melihat angka kasus Covid-19 di Jateng sendiri masih terus mengalami kenaikan. Tercatat, pada Senin (25/1) ada total 120.196 kasus positif virus Corona Jawa Tengah. Kasus tersebut, terdiri dari 11.745 kasus aktif atau pasien Corona yang dirawat di RS atau isolasi mandiri, 100.904 pasien sembuh, dan 7.547 pasien meninggal.

Bila dibandingkan dengan total kasus Corona di Jateng pada Minggu (24/1) yang sebanyak 119.324, maka ada penambahan kasus baru di Jateng pada Senin (25/1) sebanyak 872 kasus. Bila dibandingkan dengan jumlah kasus baru sebelumnya sebanyak 623, maka ada penurunan jumlah kasus baru pada Senin (25/1) sebanyak 249.

Terkait pelaksanaan PPKM jilid II, Ganjar mengatakan sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh Bupati/Wali Kota terkait pelaksanaannya sampai 8 Februari nanti. Prinsipnya, seluruh kabupaten/kota diminta menyiapkan beberapa hal, termasuk meningkatkan ketersediaan tempat tidur baik ICU maupun isolasi di tempatnya masing-masing.

“Minimal di setiap Kabupaten/Kota ada 15 ICU khusus untuk Covid-19, sehingga kalau ada yang emergency bisa masuk,” ucapnya. (git/gih)

  • Bagikan