Gus Yasin Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai

  • Bagikan
Gus Yasin saat meninjau lokasi banjir
PANTAU: Gus Yasin saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, akhir pekan lalu. (HUMAS / JOGLO JATENG)

PEKALONGAN –  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan. Menurutnya, itu penting dilakukan sebagai upaya mencegah banjir yang kerap melanda akibat air sungai tersumbat sampah.

“Saya minta kepada masyarakat mulai dari hulu sampai ke hilir untuk jaga sungai kita. Sungai yang ada kita bersihkan, jangan buang sampah sembarangan sehingga menyebabkan banjir, dan semua bergotong-royong membersihkan selokan di sekitar rumah,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, di sela tinjauan lokasi banjir di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, akhir pekan lalu.

Sungai di tengah permukiman padat tersebut kerap meluap dan menyebabkan banjir yang tak kunjung surut. Hampir setiap musim hujan sekitar 800 rumah warga sekitar Sungai Bremi tergenang banjir setinggi 20-30 centimeter.

Sembari melihat permukaan sungai yang banyak sampah dan ditumbuhi eceng gondok, Gus Yasin berdialog dengan warga tentang upaya warga dan pemerintah untuk menangani bencana banjir. Di antaranya membangun tanggul permanen, pengadaan mesin penyedot, dan menjaga kebersihan sungai.

BACA JUGA:  Pemkot Pekalongan Tawarkan Produk UKM ke Shanghai

“Saya mengapresiasi warga yang membuat tanggul permanen secara swadaya. Warga tidak menunggu bantuan dari pemerintah, mereka urunan (patungan) Rp 200 ribu per kepala keluarga sehingga kini tanggul ditinggikan. Alhamdulillah bisa mengurangi banjir,” terangnya.

Sementara itu, Ketua RT 3 Kelurahan Tirto, Triono mengatakan, bangunan tanggul permanen di tepi sungai sepanjang 200 meter dan tinggi 7 centimeter mampu menahan luapan air sungai masuk pemukiman warga. Tahun sebelumnya, Kelurahan Tirto merupakan daerah langganan banjir.

“Panjang tanggul total 200 meter. Tanggul yang melintasi RT 7 dan RT 3 dengan panjang 120 meter adalah swadaya murni warga yang patungan Rp 200 ribu. Sedangkan yang 80 meter berasal dari bantuan Pemkot (Pemerintah Kota) Pekalongan,” kata Triono.

Di hadapan Wagub Gus Yasin, Triono menyampaikan harapan warga yakni pengadaan rumah pompa di bagian selatan rel kereta api. Menurutnya, jika ada tambahan satu rumah pompa maka Kelurahan Tirto dan sekitarnya akan terbebas dari banjir. Karena, titik tersebut merupakan muara sungai dan aliran limbah rumah tangga. (hms/gih)

  • Bagikan