UPGRIS Terjunkan 954 Mahasiswa KKN di Tujuh Provinsi

  • Bagikan
perwakilan mahasiswa UPGRIS
PELEPASAN: Sejumlah perwakilan mahasiswa UPGRIS saat upacara penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Selasa (26/1). (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Di tengah wabah pandemi Covid-19, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), kembali menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), kemarin. Penerjunan mahasiswa dilakukan melalui aplikasi zoom. Ada 954 mahasiswa yang mengikuti KKN 2021.

Di tahun lalu UPGRIS tercatat pada BNPB menjadi perguruan tinggi dengan peserta KKN terbayak seluruh Indonesia. Serta mendapat apresiasi serta penghargaan dari BPPB.

Hal ini menjadi semangat serta motivasi untuk turut peduli membantu bangsa mengkampanyekan pola hidup sehat. Agar terhindar dari bahaya virus Covid-19 yang sedang merajalela hingga sekarang.

Adanya mahasiswa KKN UPGRIS di masyarakat menjadi wujud nyata serta aksi yang dapat bermanfaat secara langsung. Kegiatan penerjunan KKN daring sekaligus penandatanganan kerja sama antara UPGRIS dengan BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

Kerjasama UPGRIS dengan BKKBN Jateng diantaranya penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Serta konsultasi dalam ruang lingkup program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat LPPM UPGRIS, Arisul Ulumuddin MPd menyampaikan, pelaksanaan KKN UPGRIS kali ini dengan melihat situasi dan kondisi dilaksanakan dari domisili di wilayah RT/RW. Tema yang dipilih adalah  “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Duta Perubahan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Masa Adaptasi Baru”.

BACA JUGA:  Transformasi Budaya Organisasi di Era New Normal

“Sebelum penerjunan, mahasiswa telah melewati pembekalan, evaluasi teori, survei dan penyusunan program kerja. Kemudian pembekalan dan penyegaran dosen pembimbing lapangan (DPL) meliputi materi dan bidang, kebijakan KKN daring dari domisili mahasiswa masing-masing, filosofi KKN,” tutur Arisul.

Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum dalam sambutanya bangga dengan para mahasiswa yang terjun secara langsung di masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19. Upaya ini merupakan wujud kepedulian kampus khususnya mahasiswa dalam memberikan edukasi bahaya Covid-19.

“Melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan, membantu memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan ,” ujar Muhdi. (hms/fat)

  • Bagikan