Perkuat Sistem Imun, Plt Bupati Kudus Hartopo Divaksin Sinovac Tahap Kedua

  • Bagikan
(Plt) Bupati Kudus, H.M. Hartopo
(Plt) Bupati Kudus, H.M. Hartopo divaksin Sinovac tahap kedua oleh dr. Noor Hadi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/2). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SELEPAS divaksin tahap pertama pada 25 Januari, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, H.M. Hartopo divaksin Sinovac tahap kedua oleh dr. Noor Hadi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/2).  Hartopo menerangkan setelah divaksin tahap satu, ia tak merasakan efek samping yang signifikan.

Oleh karena itu, ketika vaksin tahap dua dilakukan, orang nomor satu di kota berikon Menara Kudus itu merasa sangat mantap. Tidak ada keraguan. Hartopo yakin sekali sistem imun semakin kuat dan dapat meminimalisasi penularan Covid-19.

“Tidak ada efek samping, jadi saya antusias divaksin kedua. Kegunaan vaksinasi tahap dua untuk booster antibodi kita,” ucapnya di RSUD dr. Loekmono Hadi.

Antusiasme vaksinasi tahap kedua, imbuh Hartopo, juga dirasakan oleh tenaga kesehatan sebagaimana dikutip dalam sambutannya. Pihaknya memaparkan lebih dari 4000  atau sekitar 70 persen tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus telah divaksin. Angka tersebut sudah maksimal mengingat sejumlah tenaga medis mempunyai penyakit komorbid, hamil, atau menyusui.

Beberapa temaga medis juga merupakan penyintas Covid-19. Oleh karena itu, vaksinasi tidak bisa mencapai 100 persen. Dengan capaian tersebut, menurut Hartopo, Kabupaten Kudus menempati peringkat 7 di Jawa Tengah terkait pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan

BACA JUGA:  Pinjamkan Inkubator Gratis untuk Bayi Prematur

“Tenaga kesehatan yang divaksin tidak sampai 100 persen, karena punya penyakit komorbid, atau sedang hamil maupun menyusui,” paparnya.

Hartopo menerangkan setelah tenaga kesehatan, giliran pegawai publik yang divaksin. Semua orang yang masuk dalam kategori tersebut meliputi Polri, TNI, guru, ASN, tokoh agama, pedagang hingga tukang ojek daring. Kelak apabila seluruh masyarakat telah divaksin, Hartopo berharap seluruh masyarakat dapat kebal dan tidak tertular Covid-19. Aktivitas sehari-hari pun dapat kembali seperti dahulu.

“Setelah tenaga kesehatan, saatnya pegawai publik yang divaksin termasuk pedagang. Kalau seluruh masyarakat telah divaksin, bukan tak mungkin kita kembali beraktivitas seperti dahulu. Dapat tersenyum bibir, tidak hanya senyum mata seperti saat ini (karena memakai masker),” tuturnya.

Dalam vaksinasi tahap kedua ini, sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus pun mendapat giliran disuntik. Tak hanya itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala RSUD dr. Loekmono Hadi, Kepala BPJS Kesehatan Kudus, dan Ketua IDI Kabupaten Kudus juga memperoleh jatah. (hms/abu)

  • Bagikan