Pemerintah Imbau Rayakan Imlek secara Sederhana

  • Bagikan
membakar kertas emas (Kim Cua) dalam ritual Sang Sin
KEBERSAMAAN: Warga keturunan Tionghoa membakar kertas emas (Kim Cua) dalam ritual Sang Sin di Kelenteng Siu Hok Bio, Semarang, belum lama ini. Ritual tersebut merupakan rangkaian acara menyambut Tahun Baru Imlek 2572. (ANTARA / LINGKAR JATENG)

JAKARTA – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengimbau kepada masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek dilakukan secara sederhana. Mengingat, kondisi Indonesia yang masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Pemerintah mengimbau masyarakat merayakan Imlek dengan cara yang lebih sederhana tanpa mengurangi makna perayaan tersebut. Cara baru merayakan Imlek dengan cara yang tidak menghilangkan tradisi namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Nadia dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, belum lama ini.

Ia memahami bahwa perayaan Imlek pada tahun ini berbeda dengan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya, lantaran saat ini dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19. Pemerintah berharap perayaan Imlek yang jatuh pada 12 Februari 21 tetap dilakukan oleh masyarakat dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan begitu, harapannya dapat membantu menekan laju penularan Covid-19 di Indonesia.

Nadia mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia selalu mengalami peningkatan yang signifikan setiap kali ada libur panjang. Dia menyebutkan, peningkatan kasus Covid-19 melonjak 40 persen usai libur panjang.

BACA JUGA:  Lakukan Penyemprotan Rutin, Tekankan Social Distancing dan PHBS

“Lonjakan tertinggi dipicu oleh klaster keluarga. Kami berharap masyarakat tentunya bisa memanfaatkan libur nasional Tahun Baru Imlek dengan bijak dan mematuhi imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan,” kata Nadia.

Senada dengan Kemenkes, pengurus Majelis Rohaniawan (Martrisia) dan Perhimpunan Tempat Ibadat Tridharma seluruh Indonesia juga mengimbau masyarakat Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2021 dan Cap Go Meh untuk merayakannya dengan kesederhanaan. Yaitu tanpa mengumpulkan orang banyak dan mengurangi kunjungan bertamu. (ara/gih)

  • Bagikan