Luncurkan Gerakan Moderasi Beragama

  • Bagikan
Kakanwil Kemenag Jateng, Musta'in Ahmad
SIMBOLIS: Kakanwil Kemenag Jateng, Musta'in Ahmad menyerahkan bendera sang saka merah putih kepada Ketua RISMA JT, Adip Chusnul Ma'arif, belum lama ini. (ISTIMEWA / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, meluncurkan gerakan moderasi beragama di lingkungan masjid bagi remaja masjid se-Jateng. Acara ini sekaligus mendiskusikan tema “Moderasi beragama bagi generasi milenial di era revolusi industri 4.0” di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan bendera sang saka merah putih dari Kakanwil Kemenag kepada Ketua RISMA JT Adip Chusnul Ma’arif. Yakni, sebagai simbol pesan estafet kepemimpinan dan menumbuhkan semangat patriotisme untuk kaum milineal.

Musta’in mengatakan, remaja harus memiliki wawasan keislaman yang luas dan wawasan kebangsaan yang tangguh. Menurutnya, kedua hal tersebut harus berjalan beriringan. Sebab, wawasan kebangsaan saja tanpa wawasan keagamaan yang kuat tidak akan maju, sebaliknya dengan wawasan agama saja tanpa dilandasi wawasan kebangsaan tidak pas.

“Kebhinekaan, kemajemukan adalah anugerah dari Allah SWT yang sejak awal kita terima. Maka, kita harus menghargai setiap perbedaan,” ucapnya, Selasa (16/2) malam.

Mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta itu membeberkan tentang pentingnya kebhinekaan. Ia menceritakan, dulu penduduk Yasrib yang berbhineka kedatangan Nabi Muhammad SAW dengan membawa suasana keislaman yang baik sehingga diterima. Dari yang berbeda-beda tersebut hatinya terpaut menjadi satu.

BACA JUGA:  Pembangunan Pasar Johar Terkendala Anggaran, Pemkot Ajukan Rp100 M ke Pusat

Hal tersebut, lanjutnya, yang di-copy oleh para pendahulu bangsa Indonesia. Menurutnya, mereka yang datang dari berbagai suku, bisa bersatu untuk membangun Indonesia.

“Kita (Islam, red) memang mayoritas. Kita harus sebagai pengayom, kita harus tumbuh bersama dalam kesatuan bangsa. Jangan sampai kita bertikai, bertengkar karena beda pemahaman keagamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PW PRIMA DMI Jateng, Ahsan Fauzi bersama pengurus dan perwakilan ketiga remaja Masjid Agung Jateng dan Semarang siap menggelorakan dan menyemaikan moderasi beragama di masjid-masjid dan mushola di Jawa Tengah. “Moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini. Kita bertekad dan berkomitmen Masjid harus menjadi episentrum gerakan moderasi beragama,” ucapnya.

Pengurus Bidang Remaja PP MAJT itu menambahkan, pihaknya akan terus meneruskan gerakan ini ke kabupaten/kota Se-Jawa Tengah.

“Jika kita sudah sepakat dan bergerak dengan Pak Kakanwil. Harapannya PD PRIMA DMI Kabupaten/Kota bersama Remaja Masjid Agung setempat bisa bergerak bersama dengan Kepala Kemenag Kota/Kabupaten setempat,” harapnya. (git/gih)

  • Bagikan