Bupati/Wali Kota Dilantik, Kinerja Ditunggu

  • Bagikan

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah memastikan pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 hari ini, Jumat (26/2).  Namun, dari 21 kepala daerah, hanya tiga yang akan dilantik secara langsung.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan,  pelantikan akan digelar secara hybrid, yakni ada yang dilantik secara langsung, ada yang lewat daring. Nantinya, yang akan dilantik Ganjar secara langsung hanyalah bupati/wali kota kawasan Semarang Raya.

“Akan kami gelar secara hybrid. Karena saya harus di ibu kota Provinsi, maka yang akan saya undang hanya yang di Semarang Raya, yakni Wali Kota/Wakil Wali Kota Semarang, Bupati/Wakil Bupati Semarang dan Kendal. Yang lainnya nanti melalui daring,” kata Ganjar, Kamis (25/2).

Pelantikan empat pasangan calon bupati/wali kota terpilih itu lanjut Ganjar akan dilakukan di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Sementara calon lain yang dilantik secara daring, nantinya di gedung DPRD daerahnya masing-masing.

Meski empat calon bupati/wali kota akan dilantik Ganjar secara langsung, ia mewanti-wanti tidak boleh banyak yang ikut menyertai. Calon bupati/wali kota terpilih yang akan dilantik di Gradhika hanya boleh membawa keluarga intinya saja.

“Yang lain seperti Forkompimda saya minta tetap di daerah masing-masing dan menyaksikan via daring. Kami ingin acara pelantikan ini betul-betul menjaga protokol kesehatan,” tegasnya.

Secara umum, pelaksanaan pelantikan kepala daerah terpilih di Gradhika, lanjut Ganjar, akan bisa dimanajemen dengan baik apabila hanya diikuti keluarga inti saja. Sebab, ruangan itu cukup besar untuk acara pelantikan besok.

“Kalau hanya pasangan calon plus keluarga ini, maka protokol kesehatannya bisa dimanajemen dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, persiapan pelantikan Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pemalang yang digelar virtual, gladi bersihnya sempat mengalami kendala. Namun, (Plh) Bupati Pemalang Mohammad Arifin memastikan acaranya akan berjalan dengan lancar.

Ia menjelaskan, selama prosesi gladi bersih pelantikan ada kendala suara tidak terdengar dari provinsi. “Bisa saja trouble suara terjadi karena suara masuk ke sumber yang sama, sehingga menyebabkan trouble. Padahal diawal tadi lancar,” paparnya.

Arifin melanjutkan, adanya kendala tersebut akan disiasati sebisa mungkin, sampai sebelum acara, pihaknya akan melakukan checking persiapan di luar gladi bersih. Selain itu ia juga meyakinkan supaya masyarakat tidak perlu khawatir karena bisa mengikuti prosesi pelantikan via live streaming.

Arifin menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah provinsi (Pemprov) pihaknya sudah melakukan gladi bersih dengan maksud agar besok dalam proses pelantikan dan pengambilan sumpah bisa berjalan dengan lancar.

“Kami mohon doanya karena kita kan hanya bisa berikhtiar, supaya kita punya bupati yang definitif, karena tugas juga sudah menanti. Semoga bupati besok sudah bisa mulai action dan itu harapan kita semua,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Tim Voli Jateng Ditarget Lolos PON 2020

Kemudian ia juga menyampaikan bahwa prosesi pelantikan besok akan dilakukan sangat ketat, wilayah pendopo akan steril dari siapapun kecuali 25 tamu undangan yang diperbolehkan masuk.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rembang juga berlangsung hari ini. Meskipun sempat ada pengajuan keberatan ke Mahkamah Konstutusi, namun hal itu ditolak.

Ketua tim pemenangan Bupati Rembang, Zaimul Umam menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Rembang yang telah mempercayakan H Abdul Hafidz dan Gus Hanis untuk memimpin.

“Terutama kepada masyarakat Rembang yang telah memberikan kepercayaan kepada paslon H Abdul Hafidz – H Mochamad Hanies Cholil Barro’ untuk memimpin pemerintahan Kabupaten Rembang guna meneruskan program pembangunan Kabupaten Rembang periode mendatang,” katanya.

Umam juga berharap kepada semua pihak untuk mengawal program kerja Hafidz – Hanis dalam mewujudkan menuju Rembang Gemilang. Menurut dia, kemenangan ini merupakan kemenangan seluruh masyarakat Rembang.

“Untuk itu marilah kembali bersatu guyub rukun mendukung proses pembangunan Kabupaten Rembang kedepan. Kami berharap ini menjadi momentum rekonsiliasi seluruh masyarakat Rembang demi kemajuan Rembang yang kita cintai,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi –Hevearita Gunaryati Rahayu dilantik hari ini secara langsug tatap muka. Saat ditanya mengenai fokus programnya kedepan, Hendi menjelaskan, akan berjalan sesuai visi misi dengan mengedepankan janji kampanye yang telah disampaikan. Ia akan menggunakan konsep jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Hendi menyebut, jangka pendek programnya akan difokuskan pada penanganan Covid-19 di Kota Semarang. Ia memastikan, warga yang terkena virus Covid-19 harus mendapatkan perawatan dan penanganan yang baik.

“Kesehatan, khususnya penanganan Covid-19 sementara ini masih jadi fokus kami. Kami pastikan warga kita yang terjangkit Covid-19 harus benar-benar mendapat perawatan yang komprehensif, baik itu kamarnya, alat-alatnya, obatnya, semua kami sediakan,” kata Hendi, belum lama ini.

Sementara jangka menengahnya, Hendi menyampaikan akan memperbaiki dan meningkatkan aktivitas ekonomi sosial budaya pasca pandemi Covid-19. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara faktor kesehatan dan faktor ekonomi sosial budaya harus diprioritaskan dalam keberlangsungan roda pemerintahan.

“Jangan fokus di kesehatan saja, sementara ekososbudnya terpuruk. Kita akan coba tingkatkan itu dengan memperkuat sektor ekonomi lewat fasilitas kepada para UMKM,” ujarnya.

Sedangkan dalam program jangka panjangnya, guna meningkatkan ekonomi pasca pandemi, Hendi menyebut akan mengupayakan tempat terpusat bagi para PKL, UMKM, dan Startup di Kota Semarang. Ia berharap tempat itu nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku ekonomi. (git/cr1/cr2/gih)

  • Bagikan