Fogging tidak Bisa Asal Dilakukan

  • Bagikan
Fogging
PENGASAPAN: Fogging yang dilakukn di wilayah Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati belum lama ini. (SYAMSUL HADI / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Dalam melaksanakan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti, tidak semerta-merta masyarakat minta untuk dilakukan. Ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan terlebih dahulu.

Tahap yang harus dilakukan baik pihak desa maupun masyarakat agar bisa melaksanakan fogging. Yakni dengan mengadakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Di lingkungan masyarakat, pihak RT, RW, maupun kelurahan melakukan itu dulu. Dengan menyasar bak kamar mandi, talang-talang yang terdapat air, dan lainnya yang menyebabkan pertumbuhan nyamuk jenis itu,” ucap Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nuryanto, Kamis (25/2).

Selain itu, adanya penemuan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut, sekaligus dicantumkan juga keterangan dokter rumah sakit (KDRS). Kemudian, pihaknya akan melaksanakan kunjungan ke rumah terkait untuk semua tampungan air.

“Nanti dari kesehatan memeriksa semua tampungan air di rumah itu. Jika dalam kurun waktu yang ditentukan ada kasus tambahan akan DB ini, baru bisa untuk dilaksanakan fogging di wilayah tersebut,” terangnya.

BACA JUGA:  Jaga Kelestarian Gunung Muria, Pemkab Kudus Bersinergi dengan Pihak Swasta

Nuryanto menjelaskan, jika tidak ada penambahan kasus, fogging tidak bisa dilaksanakan. Sebab, dalam pengasapan yang terbunuh nyamuk dewasa. Jentik tidak dapat mati, sehingga percuma jika dilakukan fogging bila tidak sesuai ketentuan.

“Kadang ada laporan, rumah saya banyak nyamuknya tolong dilakukan fogging. Tapi setelah dicek nyamuk berjenis culek, yang kalau gigit akan gatal dan bentol, namun tidak menyebabkan DB,” tegasnya.

Pihaknya juga melakukan monitor dan evaluasi program tiap tiga bulan sekali, dengan mendiskusikan permasalahan apa yang ada di puskesmas-puskesmas terkait DB. Serta mengundang dokter dan narasumber ahli tentang DB.

“Harapannya agar masyarakat bisa mengerti bagaimana kriteria akan dilaksanakannya pengasapan. Tidak asal jika ada banyak nyamuk meminta dilakukan fogging. Banyaknya nyamuk di sekitar itu berarti bagaimana caranya untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada,” imbuhnya. (sam/fat)

  • Bagikan