Gus Yasin Akan Panggil Asuransi

  • Bagikan
Gus Yasin
INSPEKSI: Gus Yasin melihat langsung ribuan hektar sawah di Desa Karangrowo didampingi Bupati Pati dan Forkompimcam. (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengaku mendapat keluhan dari sejumlah petani saat berkunjung di Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan belum lama ini. Diantara mereka tak sedikit yang menemui kedala saat mengklaim asuransi pertanian, karena masih ada hasil pertanian yang bisa dipanen. Padahal, petani terpaksa memanen sebelum masanya sebagai upaya penyelamatan.

Mendengar keluhan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan penyedia asuransi untuk berdiskusi mencari jalan tengah. “Nanti kita coba memanggil pihak asuransi yang menangani, sehingga bisa kita ajak diskusi, kita ajak bicara. Semoga saja bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Gus Yasin juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Pati yang cukup tangggap memikirkan persoalan petani pascabanjir. “Kami apresiasi Pak Bupati, Pemkab Pati yang tanggap cepat. Memang yang perlu kita pikirkan adalah penanganan pascabanjir. Kita semua sudah melihat bagaimana banjir menyebabkan kerugian yang amat besar,” kata Wagub.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muhtar Efendi mengungkapkan, Pemkab Pati sudah mengupayakan benih untuk ditanam pada masa tanam kedua. Hal tersebut guna meminimalisasi kerugian petani akibat lahannya terendam banjir.

BACA JUGA:  Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Insyaallah pemerintah daerah akan memfasilitasi klaim premi asuransi pertanian pada lahan yang sudah terpetakan rawan banjir, pada masa tanam pertama,” jelas Muhtar Efendi.

Selain mengecek banjir di Desa Karangrowo, Wagub juga meninjau Desa Kosekan di Kecamatan Gabus. Sudah tiga pekan desa tersebut tergenang banjir. Saat ia melakukan pengecekan, ketinggian air sekitar 30 sentimeter.

Persoalan banjir menimbulkan berbagai dampak, termasuk di sektor pertanian. Dari data yang berhasil dihimpun dari lapangan, 60 desa di 8 kecamatan terendam banjir, dan sekitar 5 ribu lebih sawah gagal panen.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati memperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp 28,2 Milyar. Butuh penanganan khusus pascabanjir yang melanda beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Pati. (cr4/fat)

  • Bagikan