2.731 Hektare Sawah Ajukan Klaim Asuransi

  • Bagikan
Puluhan hektar sawah
TENGGELAM: Puluhan hektar sawah siap panen masih direndam air di Desa Karangrowo Jakenan. (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Kurang lebih 2.731 hektare lahan yang terdampak banjir di Kabupaten Pati telah mengajukan klaim asuransi. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Pati, Kun Saptono menyatakan hal itu menjawab spekulasi sejumlah pihak yang menganggap pihaknya kurang mensosialisasikan program perlindungan pertanian tersebut.

“Dari data yang kami dapat, daerah di Pati yang terdampak banjir ada 7 ribu hektare lebih. 2.304 hektare sudah mendaftar premi asuransi atau klaim lewat APBN, yang lewat APBD provinsi 426,81 hektare. Semuanya sudah terdata di PT Jasindo,” ungkap Saptono.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati sejak awal Februari lalu mengakibatkan kurang lebih 7.400 hektare lahan sawah di 8 kecamatan terendam air. Dampaknya lahan-lahan tersebut terancam gagal panen karena puso. Selain itu padi yang baru ditanam juga tak selamat dari banjir.

Saptono menyatakan Dispertan Pati akan membantu proses klaim asuransi bagi petani yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). “Peserta asuransi tani ini tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Pati. Diantaranya Kecamatan Gabus, Dukuhseti, dan Pati Kota,” sebutnya.

BACA JUGA:  Terlibat Laka, Seorang PNS Meregang Nyawa

Kun mengaku hingga saat ini verifikasi klaim asuransi masih diproses oleh pihak PT Jasindo selaku pihak penyelenggara yang ditunjuk pemerintah. “Sebagian sudah diverifikasi. Sudah kita tampung semua klaim dari para petani yang mendaftarkan diri,” imbuhnya.

Ia menerangkan para petani yang datanya sudah terverifikasi nantinya akan mendapatkan ganti rugi senilai Rp 6 juta. Pembayaran tersebut adalah iuran dalam program AUTP sebelumnya sejumlah Rp 36 ribu per petani setiap satu kali musim tanam. Namun sebelumnya pihak asuransi akan melakukan survey terlebih dahulu.

Sementara 4.745 hektare lahan sawah lainnya yang tidak mendaftar di AUTP akan dibantu Dispertan Pati untuk mendapatkan ganti benih dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Yang padinya puso ini juga akan kita usulkan mendapatkan bantuan benih lewat provinsi maupun pusat,” katanya.

Ia membantah Dispertan tak melakukan sosialisasi secara intensif. Hanya kesadaran petani untuk mengikuti program asuransi masih rendah lantaran sejumlah sebab. Saptono mengaku tahun ini Dispertan Pati akan memasifkan sosialisasi program asuransi kepada para petani, agar kerugian akibat bencana alam dan hama bisa diminimalisir. (cr4/fat)

  • Bagikan