Dinsos Jateng Harapkan Peningkatan Penerima Bantuan untuk Panti

  • Bagikan
Kepala Dinsos Jateng, Harso Susilo
PAPARAN: Kepala Dinsos Jateng, Harso Susilo saat membuka acara sosialisasi penerima bantuan satu orang satu hari (SOSH)/ Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Swasta di Aula Dinas Sosial, Jalan Pahlawan Nomor 12 Kota Semarang, Sabtu (27/2). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Dinas Sosial (Dinsos) Jateng berharap penerima bantuan satu orang satu hari (SOSH)/ Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Swasta dapat ditingkatkan. Hal itu menyusul penambahan
penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang terus meningkat.

Kepala Dinsos Jateng, Harso Susilo mengatakan, jumlah penduduk Jateng pada tahun 2019 ada 34,2 juta jiwa dan jumlah PMKS-nya sebanyak 3,04 juta jiwa atau 8,88%.

“Sensus BPS 2020 kemarin, jumlah penduduk jateng menjadi 36 juta jiwa. Nomer 3 se-Indonesia, setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. logikanya, jumlah PMKS juga semakin meningkat,” katanya, saat membuka acara  Sosialisasi penerima bantuan satu orang satu hari (SOSH)/ Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Swasta di Aula Dinas Sosial, Jalan Pahlawan Nomor 12 Kota Semarang, Sabtu (27/2).

Data dinsos menyebutkan, pada 2020 telah dilakukan alokasi anggaran kepada penerima manfaat (PM). Di antaranya 19.450 PM anak di 479 panti swasta, 3.745 PM lanjut usia di 41 panti swasta, 519 PM disabilitas di 17 panti swasta, dan 4.602 PM di 56 panti milik pemerintah.

BACA JUGA:  Desak Pemerintah Indonesia Buat Aturan Larangan Pekerja Asal Tiongkok

“Program ini diberikan sejak 2020. Kalau ini di tahun 2021 kita ada 206 LKS swasta. Yang paling banyak penerimanya adalah penyandang disabilitas. Sedangankan, untuk jumlah LKS Swasta se-Jateng ada 620. lalu milik provinsi ada 56,” jelasnya.

Harso menyadari, total penerima bantuan SOSH memang belum maksimal. Namun, ia mengkalaim, jumlah tersebut lebih bagaus dibandingkan provinsi lain.

“Kita akan terus dorong peningkatan,” tutupnya.

Sementara itu,  Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto yang hadir langsung dalam acara tersebut mengatakan, di Jateng terdapat banyak panti sosial untuk anak, lanjut usia, wanita, dan disabilitas. Dari sejumlah panti itu, ia melihat masih perlunya memaksimalkan upaya pelayanan sosial di panti tersebut.

Menurutnya, selama ini DPRD kerap meninjau keberadaan panti sosial ke sejumlah daerah. Dari hasil pantauan itu, ada beberapa panti yang butuh perhatian dari pemerintah agar pelayanan sosial dapat lebih optimal.

“Masyarakat mengharapkan kehadiran pemerintah dalam penanganan sosial, bagaimana anggaran bisa dimanfaatkan untuk masyarakat kecil,” kata Politikus PDI Perjuangan itu. (git/gih)

  • Bagikan