Libatkan Anak dalam Pembangunan Daerah

  • Bagikan
musrenbang khusus anak
TULIS: Anak-anak sedang mendiskusikan persoalan yang mereka hadapi di wilayahnya masing-masing sesuai dengan klaster yang ditentukan, saat musrenbang khusus anak di Kecamatan Gunungpati, akhir pekan lalu. (NANANG / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang bersama jajaran Pemerintah Kecamatan (Pemkec) Gunungpati mengadakan musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang) khusus anak di Gunungpati, akhir pekan lalu. Agenda tersebut membahas persoalan dan rencana pengembangan khusus anak setempat.

Proses pendampingan musrenbang yang juga melibatkan Yayasan Antika tersebut diikuti oleh 30 anak dari berbagai kelurahan di Kecamatan Gunungpati. “Anak-anak dipandu untuk melakukan diskusi, kami ikut memandu mereka dan musrembang khusus itu,” kata Direktur Pendidikan Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah.

Ia menjelaskan, musrembang anak itu dilakukan dengan membagi anak-anak dalam lima kelompok sesuai dengan pembagian klaster dalam konvensi hak anak. Yakni, meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus.

“Mereka mendiskusikan persoalan yang mereka hadapi di wilayahnya sesuai dengan klaster dan memberikan usulan kegiatan dan program untuk mengatasi masalah yang ada,” jelas Solihah.

Sementara itu, Kabid Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3A Kota Semarang, Tegoeh Tri Adijanto menyatakan bahwa musrenbang khusus anak di Kecamatan Gunungpati itu merupakan bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam memberikan ruang partisipasi kepada anak. Menurutnya, partisipasi anak adalah keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya sendiri.

BACA JUGA:  Ganjar Dorong Pemerintah Pusat Lakukan Desiminasi UU Ciptaker

“Ini dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman serta kemauan bersama, sehingga anak dapat menikmati hasil atau mendapatkan manfaat dari keputusan tersebut,” kata Tegoeh.

Ia menjelaskan, anak perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, baik di lingkungan terkecil yaitu keluarga, sekolah maupun dalam rencana pembangunan daerah untuk mewujudkan kota yang layak bagi mereka.

“Di Kota Semarang wadah partisipasi anak atau yang dikenal dengan forum anak sudah terbentuk di Level Kota yang menamakan diri Forum Anak Kota Semarang (Fase) dan di level kecamatan,” paparnya.

Ia mengaku di semua kecamatan sudah terbentuk forum anak yang sudah aktif melakukan kegiatan sebagai pelopor maupun pelapor ketika terjadi kasus kekerasan disekitar mereka. Mereka juga sudah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan di level kecamatan maupun di level kota.

“Musrenbang ini diharapkan bisa mengidentifikasi kebutuhan anak-anak yang nantinya akan disampaikan pada musrenbang tingkat kecamatan, sehingga yang disampaikan perwakilan Forum Anak Kecamatan Gunungpati dalam musrenbang kecamatan merupakan usulan dari semua anak setempat,” pungkasnya. (cr2/gih)

  • Bagikan