Ikuti Prosedur, Pemkab Kudus akan Lakukan Simulasi dan Mapping

  • Bagikan
Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo
AMANAH: Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo memberi selamat kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga pendidik usai dilantik, belum lama ini. Hartopo berpesan kepada para tenaga pendidik agar selalu melakukan memonitor kepada anak didiknya. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Pada Maret ini tepat satu tahun sudah pelajar Indonesia menjalankan kegiatan belajar mengajar melalui daring. Kebijakan itu terpaksa dilakukan agar mencegah penularan pandemi Covid-19 yang sudah terjadi satu tahun lebih ini.

Sebelumnya, pada acara peluncuran program vaksinasi guru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka bisa dimulai. Akan tetapi setelah vaksinasi Covid-19 pada guru selesai dilaksanakan.

“Kalau kita bisa menyelesaikan vaksinasi ini sampai dengan akhir bulan Juni, maka tahun ajaran berikutnya, pada Juli, bisa melakukan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Menanggapi rencana pembukaan kembali sekolah tatap muka tersebut, Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo mengatakan akan mengikuti prosedur yang ada. Salah satunya dengan mempersiapkan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk dibukanya kembali sekolah tatap muka, Kita mengacu pada keputusan Kemendikbud yang rencananya akan kembali membuka sekolah tatap muka pada bulan Juli, Kita akan ikuti semua prosedur dari pusat tentunya dengan penerapan Prokes,” pungkasnya.

Sebelum dibukanya kembali sekolah tatap muka, H.M. Hartopo berencana akan terlebih dahulu melakukan simulasi penataan dan maping. Pada dasarnya Pemkab Kudus mengikuti prosedur dari pusat.

BACA JUGA:  Membuat Bubur "Asyura" Masih Dilestarikan di Kudus

“Simulasi tetap akan diadakan nantinya, untuk melihat kondisi saat ini harus berhati-hati. Kami mengikuti saja nanti alur tatap muka nya seperti apa,” tuturnya.

Sementara itu, pada pembelajaran tatap muka yang selama ini dilakukan, Hartopo berpesan kepada para guru agar menunjukkan dedikasinya dengan melakukan monitoring siswa di rumah. Apakah para siswa benar-benar mengikuti pemebelajaran dengan baik dengan baik atau tidak.

Hartopo meminta para guru tidak sekadar hanya di sekolah, melainkan turun langsung ke rumah siswanya untuk memastikan mereka mengikuti pembelajaran selama ini atau belum. Terlebih, bagi siswa yang terkendala sinyal internet. Menurutnya guru juga harus kreatif agar pembelajaran secara daring tidak membosankan bagi siswanya.

Dirinya juga mengatakan bahwa Kabupaten Kudus saat ini telah berada pada 60% zona hijau, dan sisanya zona orange dan kuning. Pasien dan angka kematian akibat covid pun telah menurun.

“Dimusim pandemi saat ini guru diharapkan dapat memonitor anak didiknya, bagaimana sistem pembelajaranya. Jangan sampai saat ini dianggap sebagai liburan yang tiba-tiba dapat naik kelas ataupun lulus, berikan edukasi agar selama pandemi ini anak didik tetap mendapatkan ilmu pengetahuan,” ungkapnya. (hms/fat)

  • Bagikan