Pedagang Minta di Relokasi Setelah Lebaran

  • Bagikan
Alun-alun Lasem
JUALAN: Suasana Pedagang yang berada di Alun-alun Lasem, kemarin. Mereka meminta kepada pemerintah agar pelaksanaan relokasi dilakukan setelah lebaran. (SHOFWAN ZA’IM / LINGKAR JATENG)

REMBANG – Pedagang di Alun-alun Lasem minta di relokasi setelah lebaran karena ingin mengumpulkan kebutuhan hari raya. Rencananya pembangunan Kota Pusaka Lasem akan dimulai Maret. Sedangkan pemerintah Kabupaten Rembang memperkirakan akan berlangsung antara April sampai Mei.

Durrotun Fatimah pedagang mie ayam di depan Masjid Lasem mengaku tidak keberatan jika harus di relokasi. Namun dirinya khawatir jika akan di pindahkan sebelum lebaran.

“Saya suka ada pembangunan, tapi kalau bisa relokasinya itu setelah lebaran atau akhir Mei. Kita ndak papa kalau urusan makan. Tapi untuk kebutuhan lain-lain itu juga perlu, seperti kuota untuk anak, angsuran,” katanya.

Fatimah menambahkan, selama ini dia menggantungkan penghasilan hanya dari jualan mie ayam. Kalau misal tidak bisa jualan dia bingung akan berjualan apa lagi. Terlebih saat ini dirinya memiliki tiga karyawan.

“Kariyawan saya kan juga perlu penghasilan. Saat ini belum ada pemberitahuan dari pemerintah, saya dengar juga dari omongan teman-teman. Kebetulan teman-teman ada yang dengar dari radio, atau baca info dari koran,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Dinas Perdagangan Kudus Tindak Jual Beli Lapak di Pasar Rakyat

Sementara itu, Wahyudi pedagang lainya mengaku mendapat informasi soal relokasi dari teman ngopi.

“Kemarin itu ada Pak Lurah, Pak Bambang kepala pasar pas ngobrol di warung kopi itu infonya untuk relokasi mau di tempatkan sekitar jalan depan Balaidesa Karangturi ke timur. Tapi kalau info resminya kita belum tahu,” ujar Wahyudi.

Dirinya dan pedagang pasar lainya belum tahu kapan relokasi akan di laksanakan dan sistemnya seperti apa. “Belum, jadi pedagang disini belum tau nantinya setelah direlokasi akan di tempatkan dimana, ukuran lapaknya seberapa itu belum tau. saya dapat kabar itu kalau pedagang yang di belakang masjid sudah ada surat pemberitahuan pengkosongan. Kalau disini belum, imbuh Wahyudi. (cr6/fat)

  • Bagikan