Bantuan Mengalir, H.M Hartopo: Terimakasih Atas Perhatian Pihak Terkait

  • Bagikan
Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo
SOLIDARITAS: Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo saat menerima bantuan dari Bank BTN yang antinya akan disalurkan dalam bentuk 425 paket sembako, 7 unit diesel pompa air, serta sejumlah bak sampah. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Setiap terjadi bencana di suatu wilayah, akan selalu ada berbagai pihak yang akan turut mengulurkan tangan memberikan bantuan. Tak terkecuali dengan bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu.

Salah satu yang turut peduli bencana banjir adalah PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Mereka menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliki yang terletak di Dukuh Tanggul Angin Kecamatan Jati, pada Selasa (2/3).

Melalui Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo, Bank Tabungan Negara (BTN) menyerahkan bantuan tersebut senilai Rp 200 juta. Dana tersebut diserahkan dalam bentuk 425 paket sembako, 7 unit diesel pompa air, serta sejumlah bak sampah.

Selanjutnya, bantuan yang diterima oleh Plt. Bupati Kudus langsung diserahkan kepada pimpinan Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliki untuk dioperasionalkan serta didistribusikan kepada warga.

Dalam kesempatan tersebut, H.M Hartopo mengapresiasi kepedulian Bank BTN terhadap warga terdampak bencana banjir. “Terimakasih atas kepedulian dari BTN kepada warga terdampak banjir, utamanya di Dukuh Tanggul Angin, Jati, Kudus. Saya sangat apresiasi atas bantuan ini, walaupun ditengah pandemi tapi rasa kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Diwisuda, Hartopo : Wisuda Bukan Berarti Akhir Untuk Belajar

Dirinya menceritakan bahwa banjir yang terjadi di Kabupaten Kudus tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya banjir kali ini masuk skala besar yang mengingatkan kita pada tahun 2014-2015.

“Di tahun ini, banjir yang terjadi cakupannya termasuk skala besar, karena banjir seperti ini juga pernah kita alami di tahun 2014/2015. Mungkin intensitas hujan yang cukup sering dan menyeluruh di berbagai wilayah di Indonesia yang mengakibatkan debit air meluap secara signifikan,” terangnya.

Ditambah lagi, dengan adanya pandemi saat ini, menyebabkan anggaran yang akan digunakan untuk pemeliharaan terkena refokusing secara besar-besaran untuk penanganan Covid-19. “Akibat pandemi covid ini, anggaran rutin yang dimiliki Dinas PUPR, BPBD, PKPLH untuk pemeliharaan atau perawatan infrastruktur terpangkas habis, oleh karenanya instansi terkait tidak memiliki anggaran untuk perawatan atau pemeliharaan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi bencana yang terjadi, Pemkab Kudus akan terus berkoordinasi kepada instansi terkait. Pihak BBWS dalam hal perawatan dan pemeliharaan sungai dan saluran air lainya. (hms/rds)

  • Bagikan