Warga Sebut Longsor di Gunungpati Terjadi Bertahap

  • Bagikan
tanah longsor di Blok T RT 1 RW 5 Bukit Manyaran Permai, Kecamatan Gunungpati
MERATAP: Suwarni melihat reruntuhan rumah warga yang disebabkan oleh tanah longsor di Blok T RT 1 RW 5 Bukit Manyaran Permai, Kecamatan Gunungpati, Senin (1/3). (NANANG / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu (28/02) di Perumahan Bukit Manyaran Permai, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang mengakibatkan 5 rumah rusak. Peristiwa nahas tersebut menimpa rumah di Blok T RT 1 RW 5.

Suwarni, salah satu warga Blok T RT 1 RW 5 mengatakan, longsor di kawasannya itu tidak hanya terjadi sekali. Ia menyebut tanah longsor terjadi beberapa kali secara bertahap. Tahapan tersebut terjadi disebabkan oleh tanah labil yang bergerak.

“Karena tanahnya di sini itu lempung. Tidak tanah merah seperti biasanya jadi bergerak. Kejadian rumah ambrol ini juga bertahap. Pasti terjadi di atas jam 12 malam. Setiap ada suara gemuruh pasti longsor,” ungkapnya saat ditemui, kemarin.

Ia juga mengatakan, sebagian warga saat ini sudah mulai pindah dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. “Tadi pagi saya lihat sebagian warga sudah mulai pindahan. Ya bawa TV, bawa kasur juga. Pokoknya barang-barang yang masih bisa diselamatkan dibawa,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mengatakan akan segera melakukan percepatan penanganan terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di Perumahan Bukit Manyaran Permai tersebut. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono, kemarin.

BACA JUGA:  Ini Lho Delapan Ruas Jalan di Kota Semarang yang Dipantau E Tilang

Ia mengatakan, akan segera melakukan pengecekan lokasi longsor untuk memastikan kondisi yang ada. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait guna percepatan penanganan tanah longsor.

“Kami akan segera cek lokasinya untuk memperoleh data kondisi saat ini di lokasi kejadian. Sehingga nantinya data itu bisa kami sampaikan ke dinas terkait untuk koordinasi lanjutan,” kata Winarsono.

Ia menjelaskan, lokasi perbukitan Manyaran Permai itu merupakan salah satu titik rawan longsor yang ada di Kota Semarang. Menurutnya, tanah bertekstur lempung dan berada di daerah patahan membuat lokasi tersebut dapat dengan mudah longsor.

“Wilayah perbukitan Manyaran Permai memang merupakan salah satu titik rawan longsor di Semarang. Titik lain yang hampir sama itu ada di Sukorejo, Trangkil, Babankerep, dan beberapa dataran tinggi lainnya,” ujarnya. (cr2/gih)

  • Bagikan