Polres Bantul Ungkap 17 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

  • Bagikan
Mapolres Bantul, DIY
SIDAK: Konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolres Bantul, DIY, Rabu (3/3). (ANTARA / LINGKAR JATENG)

YOGYAKARTA – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Sejumlah 17 kasus ditemukan di wilayah hukum kabupaten setempat selama Februari 2021.

“Total ada 18 tersangka dari 17 kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil kita ungkap,” jelas Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba Polres Bantul AKP Archye Nevada, Rabu (3/3).

Dia mengatakan, dari total 18 tersangka tersebut terdapat beberapa kasus. Diantaranya satu kasus untuk tersangka narkotika, lima kasus untuk tersangka psikotropika, dan 12 kasus untuk tersangka obat daftar G.

Sementara, ada berbagai jenis barang bukti narkoba yang diamankan petugas polisi. Antara lain sabu-sabu seberat 0,52 gram, ganja 0,38 gram, psikotropika 102 butir, dan obat daftar G sebanyak 1.733 butir.

Dia mengatakan, pasal yang disangkakan kepada para tersangka adalah Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) Undang Undang (UU) Narkotika. Ancaman minimal penjara adalah 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Dengan denda yang diberatkan maksimal Rp8 miliar.

BACA JUGA:  Pengedar Sabu-Sabu Dalam Bungkus Permen Diringkus Polres Pekalongan

Kemudian Pasal 62 UU Psikotropika dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara. Dengan denda yang diberatkan maksimal Rp100 juta. Serta Pasal 196 UU Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun dan denda Rp1 miliar.

“Dari upaya-upaya yang telah kami lakukan, kami harapkan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bantul dapat dikurangi. Atau bahkan dapat dihentikan,” pungkas Kasatresnarkoba. (ara/zul)

  • Bagikan