Kemudahan Perijinan, Jumlah UMKM Meningkat Pesat

  • Bagikan
UMKM
BANGUN USAHA: Seorang pengerajin sedang merendam kain untuk menghasilkan batik yang menjadi salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Pemalang. (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG – Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat putus hubungan kerja (PHK) di perusahaan. Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Pemalang yang kehilangan pekerjaan mencoba peruntungan dengan membukan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemalang telah memberikan perijinan kepada 6416 usaha pada 2020 yang kebanyakan adalah UMKM. Jumlah perijinan usaha tersebut naik jika dibandingkan pada tahun 2019 lalu, yaitu sebanyak 5996.

Staf Pelayanan DPMPTSP Pemalang, kemarin, menyebutkan, kenaikan ini tidak terpengaruh dengan keberadaan pandemi yang menyebabkan berbagai sektor mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh banyak masyarakat yang memilih membuka usaha setelah tidak memiliki pekerjaan.

“Tahun ini meningkat tujuh persen banyak pengusaha yang meminta perijinan usahanya dan kebanyakan dari usahanya adalah UMKM,” jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan Perijinan DPMPTSP Pemalang Pranoto juga mengatakan hal yang sama tahun 2020 lalu banyak usaha baru didirikan dan melakukan perijinan yang tercatat. Peningkatan ini juga didukung dengan fasilitas pendaftaran daring melalui laman izinonline.pemelangkab.go.id. Kemudahan ini mampu mempersingkat dan mempermudah pengusaha dalam mendaftarkan usahanya.

BACA JUGA:  Mensos Keciduk, Bansos Tetap Berjalan

“Kebanyakan masyarakat sekarang mengurus ijin lewat web, cukup dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta Kartu Keluarga (KK) mereka berasal dari UMKM yang ingin mengurus Bansos UMKM. Dan untuk industri menengah biasanya langsung ke kantor,” ujarnya menambahkan.(cr8/rds)

  • Bagikan