Tradisi Dandangan Belum Pasti Digelar

  • Bagikan
Tradisi Dandangan
LENGGANG: Jalan Sunan Kudus, yang biasanya dijadikan tempat berjualan para pedagang saat perayaan tradisi Dandangan untuk menyambut bulan Ramadhan. (ANTARA / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus belum memutuskan pelaksanaan dandangan. Tradisi yang dimeriahkan dengan pasar malam untuk menyambut bulan Ramadan tahun ini belum pasti dilaksanakan karena masih menunggu perubahan status menjadi zona hijau penyebaran virus corona.

“Kami menunggu Kabupaten Kudus menjadi zona hijau penyebaran Covid-19 terlebih dahulu baru berani memutuskan ada tidaknya pelaksanaan tradisi dandangan,” kata Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo, Kamis (4/3).

Kalaupun nantinya tetap digelar, kata dia, pelaksanaannya berlangsung sederhana dan tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu akan ada aturan pembatasan yang ketat mulai dari jumlah pedagang hingga pengunjungnya.

Lapak pedagang juga akan dibuat berjarak. Sehingga potensi kerumunan bisa ditekan. Demikian halnya untuk pengunjung juga akan dikendalikan agar tidak sampai terjadi kerumunan. “Kami akan melakukan pemetaan lokasi sehingga jumlah pengunjungnya juga bisa diatur agar tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Jika hingga mendekati jadwal pelaksanaan tradisi dandangan ternyata belum ada perubahan status zona, maka akan dievaluasi kembali. Guna memutuskan ada tidaknya perayaan dandangan tersebut.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pemahaman Soal Adminduk, Disdukcapil Kudus Maraton Sosialisasi Tiga hari di 9 Kecamatan

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengakui masih menunggu petunjuk pimpinan sehingga hingga kini belum ada persiapan soal perayaan dandangan. Apalagi, pedagang yang hadir di acara dandangan sekitar 90 persennya merupakan warga luar kota. Termasuk pengunjung, yang juga didominasi warga luar kota.

“Jika digelar, dipastikan akan memunculkan kerumunan dan upaya pencegahannya juga sulit,” katanya.

Kalaupun nantinya jadi digelar, maka pihaknya akan segera melakukan pemetaan tempat jualan para pedagang yang memanfaatkan ruas jalan. Mulai dari Jalan Sunan Kudus, Jalan Madureksan, Jalan Kiai Telingsing, Jalan Pangeran Puger. Kemudian Jalan Wahid Hasyim, Jalan KH A. Dahlan, Jalan Menara hingga Jalan Kudus-Jepara.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tradisi dandangan mampu menampung 500-an pedagang. Meliputi pedagang yang berjualan menempati gerai serta lesehan. Namun pada tahun sebelumnya ditiadakan karena pandemi. (ara/fat)

  • Bagikan