Merapi Meluncurkan Awan Panas Guguran

  • Bagikan
Guguran lava pijar Gunung Merapi
MEMERAH: Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (5/3). (ANTARA / LINGKAR JATENG) Kamis (04/03/2021) pukul 18:00-24:00 WIB dan Jumat (05/03/2021) 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi mengalami 81 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 1.300 meter. Awan panas guguran tersebut menuju ke arah barat daya pada Senin (8/3) pagi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada pukul 04.51. “Awan panas guguran tercatat di seismograf dengan amplitudo 51 mm dan durasi 115 detik,” katanya melalui keterangan resmi, kemarin.

Pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00, teramati pula 12 kali guguran lava pijar keluar dari Merapi. Jarak luncur maksimal mencapai 800 meter ke arah barat daya.

Gunung api aktif itu juga terdeteksi mengalami 51 gempa awan panas guguran dengan amplitudo 51 mm selama 115 detik, 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm selama 13-99 detik, dan satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm selama 15 detik.

Sebelumnya, pada Minggu (7/3) malam BPPTKG juga mencatat tiga kali awan panas guguran keluar dari Gunung Merapi. Jarak luncur maksimumnya mencapai 1.500 meter ke arah barat daya. Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

BACA JUGA:  Lava Pijar Keluar Sejauh 900 Meter

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (ara/gih)

  • Bagikan