Setahun PJJ, Guru Diharapkan Tetap Beri Pelayanan Maksimal bagi Siswa

  • Bagikan
Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kudus Ahadi Setiawan
TERANGKAN: Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kudus Ahadi Setiawan saat menerangkan apa yang harus dilakukan guru agar siswa tidak bosan selama PJJ berlangsung. (SYAMSUL HADI / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Hampir genap satu tahun pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan. Meski menimbulkan banyak persoalan baru, guru diharapkan tetap mampu memberikan pelayanan semaksimal mungkin pada siswa.

“Dengan memberikan pelayanan semaksimal mungkin, siswa nantinya akan merasa enak dan bisa mengikuti apa ajaran dari gurunya. Meskipun juga masih ada pribadi yang hanya sekedar menyimak, tidak menangkap semuanya,” kata Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kudus, Ahadi Setiawan, saat ditemui Joglo Jateng, di ruangannya, Selasa (9/3).

Wawan, sapaan akrabnya bercerita, selama PJJ pihaknya selalu menekankan para guru untuk terus berinovasi dan kreatif. Menurutnya, siswa harus tetap berkembangan meskipun tanpa dididik secara tatap muka.

“Siswa juga harus menjadi yang terbaik, walau pribadi mereka masing-masing berbeda. Setidaknya kami bisa memberikan hal terbaik sesuai kemampuan kami,” imbuhnya

Ia mengungkapkan jika para guru mempunyai rasa kangen untuk mengajar murid, begitu pun sebaliknya. Akan tetapi, pihaknya harus bisa mengendalikan rasa tersebut, lantaran memang kondisi pandemi ini tidak memungkinkan.

BACA JUGA:  Zenius, Belajar Online Berbasis Video

“Rasa kangen itu ada, tapi perasaan itu harus dikendalikan, karena ada hal yang lebih dimungkinkan dan dimaklumi. Karena memang kondisinya begini, tetap harus profesional meskipun daring,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP 1 Kudus itu mengatakan, saat ini pihaknya akan menunggu perkembangan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan, saat ini segala persiapan tatap muka (PTM) telah disiapkan.

“Kabar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sih pada bulan Juli dibuka tatap muka, tapi kami tetap mengikuti perkembangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan dinas terkait. Untuk kesiapannya semuanya kami sudah siap, baik protokol maupun bagaimana sistem pembelajarannya,” jelasnya.(sam/git)

  • Bagikan