Pemkot Semarang Siapkan Dua Sekolah Jadi Pilot Project PTM

  • Bagikan
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
KESIAPAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan kesiapan pihaknya dalam pembelajaran tatap muka (PTM), di Balai Kota Semarang, Kamis (18/3). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah menyiapkan dua sekolah untuk dijadikan sebagai pilot project Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, secara masif Pemerintah Pusat akan memulai pembelajaran tatap muka mulai Juli mendatang.

“Modelnya lagi digodok sama Pak Gun (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang). Dua bulan ini paling telat. Pilot project nanti SMP,” beber Hendi, sapaannya, Kamis (18/3).

Hendi melanjutkan, Pemerintah Kota Semarang beberapa kali telah melakukan survei tanggapan orang tua mengenai pembelajaran tatap muka. Diakuinya, memang masih ada 15 persen orang tua yang menolak. Namun, hal itu tidak menghalangi rencana pembelajaran tatap muka. Rencana ini tetap berjalan.

Di sisi lain, sekolah tetap berkewajiban menyiapkan format pembelajaran bagi peserta didik yang orang tuanya masih menolak pembelajaran tatap muka.

“Artinya, anaknya tetep di rumah tapi pihak sekolah harus mampu menyediakan proses pembelajaran,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, Pemerintah Pusat sendiri merencanakan pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang. Di Kota Semarang, kemungkinan bisa dilakukan lebih awal jika kota ini sudah aman serta ada lampu hijau dari Wali Kota Semarang.

BACA JUGA:  Petahana Kota Semarang Meminta Pendukungnya untuk Kampanye "door to door"

Menurutnya, hal yang terpenting dalam kondisi apapun guru harus dapat memberikan pelajaran kepada peserta didik.

“Kalau nanti ada yang belum berani tatap muka, tetep diberi pembelajaran secara daring,” ucapnya belum lama ini.

Gunawan menambahkan, sistem pembelajaran tatap muka nantinya diatur oleh kepala sekolah masing-masing. Semisal, bisa menerapkan sistem ganjil genap atau sistem pagi dan siang. Dia meminta kepala sekolah mengatur secara baik menyesuaikan jumlah kelas dan murid di masing-masing sekolah. (cr2/git)

  • Bagikan