Ratusan Warga Kota Semarang Positif Covid-19 Usai Divaksin

  • Bagikan
Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam
Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam. (SIGIT AF / LINGKAR JATENG)

SEMARANG  – Sebanyak 195 warga Kota Semarang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menerima vaksin jenis Sinovac. Jumlah tersebut berasal dari akumulasi vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan pelayan publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam menjelaskan, dari jumlah orang yang dilakukan vaksinasi tak ada satu persen yang terkonfimasi positif Covid-19 setelah dilakukan vaksinasi.

“Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari vaksinasi tahap pertama,” jelasnya di Kota Semarang, Kamis (18/3).

Vaksinasi tahap pertama, sebanyak 94.213 peserta telah dilalukan vaksinasi. Pada tahap pertama terdapat 160 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Jumlah tersebut sekitar 0,17 persen jumlah peserta keseluruhan. “Jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sekitar 0,17 persen,” ujarnya.

Sementara, pada vaksinasi tahap kedua terapat 35 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Vaksinasi tahap kedua ini menyasar 37.942 pelayan publik dan juga lansia, yang tekonfirmasi positif sekitar 0,88 persen. “Untuk tahap kedua sekitar 0,88 persen,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini yang terkonfirmasi positif Covid-19 mayoritas berasal dari nakes. Namun, dia tak memungkiri jika ada yang dari ASN, non-ASN maupun BUMN. “Sampai saat ini mayoritas yang terkonfirmaasi positif setelah divaksin dari nakes,” ujarnya.

BACA JUGA:  Masyarakat tak Perlu Ragu

Meski golongan nakes yang paling banyak terkonfirmasi Covid-19 setelah divaksin, dia meyakini jika para nakes sudah tertib protokol kesehatan. Dia menyebut, kemungkinan penularan terjadi ketika nakes melepas APD. “Tak mungkin tanaga medis tak memakai masker,” ucapnya.

Lebih lanjut Hakam mengatakan meminta masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan walaupun telah menjalani vaksinasi. Sebab, vaksinasi tidak sepenuhnya mencegah terjadinya penularan Covid 19.

“Menerapkan 5 M nya harus benar-benar dilakukan dengan disiplin dan tanggung jawab. Meskipun setelah vaksin paling tidak jika terkena Covid tidak mengalami keluhan atau meskipun ada keluhan namun ringan sehingga bisa mencegah angka kematian,” tutup Hakam. (git/gih)

  • Bagikan