BLK Terkendala Proses Perekrutan

  • Bagikan
kelas menjahit di BLK Kabupaten Kudus
LATIHAN: Suasana kelas menjahit di BLK Kabupaten Kudus yang diikuti oleh beberapa peserta, belum lama ini. (ANTARA / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Suasana pandemi yang masih berlangsung membuat Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus mengalami kendala dalam perekrutan kelas menjahit. Hal ini mengakibatkan tim perekrut bekerja lebih dibandingkan sebelum pandemi.

Kepala BLK Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengatakan, kendala yang paling dirasakan ketika proses perekrutan adalah setelah rapid test. Jika calon peserta kursus ada yang reaktif, tim perekrut harus bekerja dua kali. Yakni mengganti peserta dan melakukan seleksi dari awal lagi.

“Saya tidak berani meloloskan. Jadi harus cari pengganti dari peserta yang masuk kriteria cadangan. Namun setelah kami hubungi, mereka ada yang mau di rapid dan ada yang tidak. Itu menjadi pertimbangan buat kita lagi,” ungkapnya.

Menurut Anggun, ada beberapa kasus yang terjadi pada perekrutan kelas menjahit. Tahap pertama, ada 10 orang reaktif. Tahap kedua, yang reaktif ada sekitar 8 orang. Tahap ke tiga baru proses pendaftaran.

“BLK berbeda dengan sekolah. Kalau untuk program dari APBD kita dikasih paket. BLK Kabupaten Kudus mendapat jatah 4 paket kelas menjahit dalam satu tahun ini. Kami jalankan dalam 4 tahap. Masing-masing tahap kita siapkan 2 kelas,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tanda Tangan Elektronik, Pelayanan Semakin Cepat

Menurut Anggun, satu kelas menjahit maksimal diisi 16 orang. Kendala untuk protokol kesehatannya tidak menjadikan masalah. Setiap pagi, peserta harus dicek suhu badannya sebelum memasuki ruang menjahit. Mereka difasilitasi hand sanitizer, juga banyak terdapat tempat cuci tangan.

“Suasana pandemi seperti ini, mencari pekerjaan susah. Semoga pelatihan yang diadakan oleh BLK ini memberi waktu transisi dalam keterampilan. Jika pandemi sudah reda nanti, mudah-mudahan mereka sudah siap untuk bekerja lagi atau membuka wirausaha,” pungkasnya,” tuturnya. (zul/fat)

  • Bagikan