Menteri BUMN Targetkan 5 Ribu Lansia Divaksin per Hari

  • Bagikan
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
SAPA: Menteri BUMN Erick Thohir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengecek sentra vaksinasi di kompleks PRPP di Semarang, Minggu (21/3). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan sentra vaksinasi di Kota Semarang harapannya dapat menyelesaikan 5.000 lansia perharinya. Sehingga, total kurang lebih 194.000 lansia di Kota Semarang bisa divaksin dalam dua bulan.

Hal tersebut dikatakannya saat mengecek sentra vaksinasi yang dibuka Kementerian BUMN bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jateng di kompleks PRPP di Semarang, kemarin. Total terdapat 4 titik di sentra vaksinasi PRPP tersebut.

Erick mengatakan, sentra vaksinasi kerjasama antara Kementeriam BUMN, Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jateng merupakan kedua kalinya. Ini, lanjutnya, adalah bagian dari percepatan vaksinasi sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Tentu kita prioritaskan juga ini bagian dari percepatan vaksinasi, yaitu untuk lansia,” ujar Erick.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, Kota Semarang ini diharapkan bukan satu-satunya titik yang dibuka sentra vaksinasi. Ganjar mengaku telah menyampaikan rencana pada Menteri Erick agar membuka juga sentra vaksinasi di Kota Solo dan Banyumas.

“Kami sudah matur sama Pak Menteri untuk kita bicarakan nanti di beberapa titik lain di Jawa Tengah, maka di Jateng insyaallah nanti tidak hanya di Kota Semarang, tapi rencananya mungkin ada di Kota Solo dan Banyumas,” ucap Ganjar.

BACA JUGA:  Anggota Komisi Informasi Minta Moeldoko dan Ganjar Bijak

Ganjar juga bicara soal target vaksinasi yang disampaikan Menteri Erick. Menurutnya hal itu dapat tercapai dengan bantuan sentra vaksinasi serta kontribusi dari lintas sektoral. Harapannya, jika rencana penambahan sentra vaksinasi terealisasi maka total lebih dari tiga juta lansia di Jateng bisa mendapatkan vaksin.

“Tapi ingat satu aja, kita harus menghitung jumlah vaksin yang tersedia biar nanti masyarakat juga menjadi tahu bahwa ada proses antri untuk itu. Maka kita siapkan lah, nah bantuan dari menteri BUMN tentu sangat berarti untuk titik-titik yang nanti kita rencanakan,” katanya. (hms/gih)

  • Bagikan