Uji Coba PTM Libatkan 140 Sekolah di Jawa Tengah

  • Bagikan
Gubernur Ganjar Pranowo
DISKUSI: Gubernur Ganjar Pranowo menerima Kepala Disdikbud Prov. Jateng dalam rangka paparan terkait persiapan sekolah tatap muka di Puri Gedeh, Senin (22/3). (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEBANYAK 140 sekolah akan dilibatkan dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah. Uji coba tahap pertama, akan digelar pada 5 April mendatang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, uji coba akan dilakukan di tingkat 35 SMP, 35 SMA, 35 SMK dan 35 MA yang ada di Jawa Tengah. Uji coba PTM belum dilakukan di tingkat SD, TK dan PAUD atas dasar masukan dari sejumlah ahli.

“Kita sudah siap semuanya dan dimulai 5-16 April sebagai uji coba tahap pertama atau rintisan. Uji coba akan dilakukan di 35 SMP, 35 SMA, 35 SMK dan 35 MA di masing-masing wilayah di Jawa Tengah. Untuk SD, TK dan PAUD belum dilakukan karena ada maskan dari para ahli termasuk Ikatan Dokter Indonesia untuk menunda dulu,” kata Ganjar di rumah dinasnya, kemarin.

Sekolah yang akan diikutsertakan dalam pembelajaran tatap muka tersebut yaitu, SMAN 4 Semarang, SMKN 7 Semarang, MAN 1 Kota Semarang, SMPN 5 Semarang, SMAN 1 Ungaran, SMKN 1 Tengaran, MAN 1 Semarang, SMPN 1 Ungaran, SMAN 1 Demak, SMKN 1 Demak, MAN Demak, SMPN 2 Demak, SMAN 1 Jepara, SMKN 1 Kalinyamatan, MAN 1 Jepara, SMPN 2 Jepara, SMAN 1 Bae Kudus, SMK Wisuda Karya, MA NU Banat Kudus, SMPN 1 Jekulo, SMAN 1 Pati, SMKN 1 Pati, MAN 1 Pati dan SMPN 3 Pati.

Kemudian, SMAN 1 Sulang Rembang, SMKN 1 Rembang, MAN 2 Rembang, SMPN 1 Kragan, SMAN 1 Wirosari Grobogan, SMKN 1 Purwodadi, MAN 1 Grobogan, SMPN 1 Grobogan, SMAN 1 Blora, SMKN 1 Jepon, MAN Blora, SMPN 1 Todanan, SMAN 2 Salatiga, SMKN 1 Salatiga, MAN Salatiga, SMPN 2 Salatiga, SMAN 2 Boyolali, SMKN 1 Boyolali, MAN 1 Boyolali, SMPN 1 Boyolali, SMAN 3 Klaten, SMKN 3 Klaten, MAN 1 Klaten, SMPN 2 Klaten, SMAN 1 Karanganyar, SMKN 1 Karanganyar, MAN 1 Karanganyar, dan SMPN 1 Karanganyar.

Selanjutnya, SMAN 1 Sragen, SMKN 2 Sragen, MAN 1 Sragen, SMPN 1 Sragen, SMAN 1 Wonogiri, SMKN 1 Wonogiri, MAN Wonogiri, SMPN 1 Wonogiri, SMAN 1 Surakarta, SMKN 4 Surakarta, MAN 1 Surakarta, SMPN 4 Surakarta, SMAN 1 Sukoharjo, SMKN 1 Sukoharjo, MAN Sukoharjo, SMPN 1 Sukoharjo, SMAN 3 Magelang, SMKN 3 Magelang, MAN Kota Magelang, SMPN 1 Magelang, SMA Vanlith, SMKN Ngablak, MAN 2 Magelang, dan SMPN 1 Mungkid.

Kemudian, SMAN 1 Purworejo, SMKN 1 Purworejo, MAN Purworejo, SMPN 1 Purworejo, SMAN 1 Parakan, SMKN 1 Temanggung, MAN Temanggung, SMPN 2 Temanggung, SMAN 1 Wanadadi, SMKN 1 Punggelan, MAN 2 Banjarnegara, SMPN 1 Madukara, SMAN 1 Bobotsari, SMKN 2 Purbalingga, MAN Purbalingga, SMPN 1 Purbalingga, SMAN 1 Kebumen, SMKN 2 Kebumen, MAN 1 Kebumen, SMPN 1 Kebumen, SMAN 1 Wonosobo, SMKN 1 Wonosobo, dan MAN 2 Wonosobo.

BACA JUGA:  Pemeriksaan Corona di RS Provinsi Sekarang Gratis

Selanjutnya, SMPN 1 Kertek, SMAN 2 Purwokerto, SMKN 1 Banyumas, MAN 1 Banyumas, SMPN 9 Purwokerto, SMAN 3 Cilacap, SMKN 2 Cilacap, MAN 1 Cilacap, SMPN 1 Cilacap, SMA Al Irsyad, SMK Muhammadiyah 1 Tegal, MAN Kota Tegal, SMPN 1 Tegal, SMAN 3 Brebes, SMKN 1 Kersana, MAN 1 Brebes, SMPN 1 Brebes, SMAN 1 Kedungwuni, SMKN 1 Sragi, MAN Pekalongan, SMPN 1 Petungkriyono, SMAN 1 Pemalang, SMK Muhammadiyah 1 Pemalang, MAN Pemalang, dan SMPN 1 Bodeh.

Kemudian, SMAn 3 Slawi, SMKN 1 Slawi, MAN 1 Tegal, SMPN 1 Slawi, SMAN 1 Kendal, SMKN 2 Kendal, MAN Kendal, SMPN 1 Weleri, SMAN 1 Gringsing, SMKN 1 Warungasem, MAN Batang, SMPN 2 Batang, SMAN 1 Pekalongan, SMKN 2 Pekalongan, MAN 1 Kota Pekalongan, dan SMPN 2 Pekalongan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Hari Wuljanto mengatakan, sekolah yang akan melaksanakan uji coba pembelajaran secara tatap muka tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu, juga harus mematuhi pedoman pembinaan pengawasan satuan pendidikan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

“Nantinya, kami akan menggandeng instansi terkait dalam pengawasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” kata Hari.

Ia menjelaskan, Disdikbud Jateng sudah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan Kementerian Agama terkait hal ini. “Mereka sudah mengusulkan nama-nama sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, ada 140 sekolah dalam uji coba tahap pertama pada 5 April 2021 besok,” ujarnya.

Ia menyebutkan tidak menutup kemungkinan, ada kabupaten/kota yang mengusulkan lebih dari satu jenjang pendidikan pembelajaran tatap muka. Hal itu nantinya diserahkan kepada masing-masing bupati/wali kota dengan pengawasan ketat dan pendampingan dari Pemprov Jateng.

“Kalau ada satu siswa saja yang positif, maka pembelajaran tatap muka harus ditutup. Sekolah yang terdapat kasus positif, harus memperbaiki prokesnya, memenuhi sarana prasarananya dan jika setelah evaluasi dimungkinkan untuk dibuka kembali, maka akan dibuka. Jadi fleksibel,” katanya.

Dalam uji coba pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan pada 5-16 April 2021 hanya diikuti 70-110 siswa per sekolah. Jam pembelajaran tidak lebih dari 4 jam sehari dan satu mata pelajaran maksimal 30 menit tanpa istirahat.

Selain itu, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dengan ketentuan ketat. Pihak sekolah dan orang tua siswa wajib melakukan protokol kesehatan mulai dari berangkat sekolah, di dalam sekolah, hingga pulang ke rumah masing-masing. (hms/ara/gih)

  • Bagikan