Gelar Pelatihan, Dorong Kemandirian Perempuan

  • Bagikan
pelatihan tata rias
KETERAMPILAN: Beberapa peserta pelatihan tata rias saat melakukan praktek merias peserta lainnya, Rabu (24/3). (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati menggelar pelatihan tata rias artis, kemarin. Pelatihan tersebut membekali belasan mahasiswi kemampuan tata rias wajah komersil sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.

Ketua PMII Tarbiyah, Fajar Fajrullah menyatakan pelatihan tersebut diinisiasi oleh lembaga perempuan yang ada di dalam organisasinya. Kegiatan itu menyasar mahasiswi yang memiliki ketertarikan dalam bidang wirausaha kecantikan.

“Saat ini bisnis kecantikan cukup menjanjikan di pasaran. Terutama dalam industri jasa wedding organizer dan permintaan make up artis seremonial,” terangnya.

Ia menjelaskan PMII juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memperkuat keterampilan bisnis bagi segmen perempuan, terutama anggotanya. Pengetahuan yang didapatkan langsung dapat dipraktekkan menjadi peluang bisnis secara langsung. Selain itu kemandirian ekonomi perempuan menjadi syarat terciptanya keadilan gender.

“Banyak mahasiswi yang perlu mendapatkan pelatihan lifeskill-nya. Tentu saja pelatihan sehari belum cukup. Baru materi dasar tentang peralatan dan konsepnya. Kami gelar beberapa pertemuan nantinya sekaligus praktek dan manajemen pemasaran,” tambahnya.

BACA JUGA:  Penentuan Kembali Arah Kiblat Harus Diperhatikan

Instruktur pelatihan, Rahmah Mugi Asih menyebut keterampilan rias wajah pada dasarnya mempercantik bagian wajah. Yakni dengan cara menonjolkan bagian-bagian dari wajah yang sudah indah dan menutupi kekurangan pada bagian wajah lainnya.

Perias profesional asal Margorejo tersebut menambahkan dengan keterampilan merias wajah yang dimiliki, maka seorang perempuan tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk jasa perias. “Saat ini rias wajah dan salon kecantikan menjadi bisnis yang naik daun. Banyak acara seremoni yang membutuhkan perias profesional,” tambahnya.

Ia menekankan, bahwa tidak seharusnya kaum perempuan meremehkan potensi dirinya di dunia usaha. Menurutnya perempuan memiliki sektor-sektor strategis yang bisa dijadikan sebagai peluang wirausaha. Tanpa melalaikan kodrat sebagai seorang ibu.

“Yang penting punya keterampilan. Bisa di dunia kecantikan, kerajinan tangan, aksesoris, tata busana dan banyak lagi potensi bisnis berbasis rumah tangga,” pungkasnya. (cr4/fat)

  • Bagikan