Siswa belum Bisa Membaca Jadi Kendala PJJ

  • Bagikan
Ngatimin, Kepala SD Negeri 6 Bantarbolang
Ngatimin, Kepala SD Negeri 6 Bantarbolang. (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Pendidikan jarak jauh (PJJ) hingga kini masih mengalami kendala dalam memberikan materi pelajaran, terutama bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Pasalnya, untuk melakukan PJJ murid minimal sudah bisa membaca.

Kepala SD Negeri 6 Bantarbolang Ngatimin menjelaskan, banyak siswanya yang mengalami kesulitan untuk mengikuti PJJ. Menurutnya, banyak anak-anak yang belum siap untuk menggunakan ponsel pintar.

“Sulit, terutama kelas satu dan dua untuk belajar mengenal, melafalkan dan membaca huruf itu susah. Mau menggunakan smartphone juga kan tentu harus bisa baca dulu,” katanya, Rabu (24/3).

Ia melanjutkan, karena PJJ tidak memungkinkan menggunakan ponsel pintar, pihaknya menggelar program yang mendatangkan guru ke rumah siswa untuk belajar kelompok. Tiap kelompok berisi maksimal lima siswa, dalam satu hari biasanya ada dua kelompok yang dikunjungi.

“Kalau bisa secepatnya diadakan PTM, percuma tidak sekolah tapi anak ikut naik odong-odong, bergerombol dan tidak memakai masker, jadi mending masuk sekolah,” tuturnya.

Meski tidak diikutsertakan sebagai sekolah yang melakukan uji coba tatap muka beberapa waktu lalu, ia yakin sekolahnya sudah siap menjalani PTM. Dijelaskan, sarana dan prasarana yang menunjang protokol kesehatan sudah dipersiapkannya. Ia hanya perlu diberikan petunjuk teknis yang harus dilakukan untuk melakukan PTM.

BACA JUGA:  Ganjar Akan Tutup Sekolah Tempat Terjadinya Bullying

“Terus terang tidak cemas, karena secara zonasi SD 6 berada di wilayah zona hijau. Itu sebabnya kami ingin segera diberlakukan PTM,” jelasnya.(cr1/akh)

  • Bagikan