Pasien Covid-19 di RSUD Wongsonegoro Tinggal 34 Orang

  • Bagikan
Direktur Utama RSUD Wongsonegoro Susi Herawati
MENURUN : Direktur Utama RSUD Wongsonegoro Susi Herawati saat ditemui awak media, baru-baru ini. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Jumlah pasien positif Covid 19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wongsonegoro Kota Semarang, jumlahnya semakin menurun. Bahkan, pada Rabu lalu, hanya ada 34 pasien yang dirawat, 6 di antaranya dalam kondisi kritis.

Direktur Utama RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan, tingkat kesembuhan pasien di RSUD Wongsonegoro mencapai 86 persen, 14 persen di antara meninggal dunia.

“Pasien di RSUD Wongsonegoro hanya tinggal 34. Mudah-mudahan ini berlanjut dan terus turun. Protokol kesehatan sudah dipahami dan menjadi budaya oleh masyarakat sehingga penularan tidak terjadi,” jelasnya, baru-baru ini.

Ia mengtakan, jumlah okupansi pasien yang menurun membuat pihak rumah sakit menutup 6 ruang isolasi yakni ruang Prabu Kresna, Parikesit, Yudistira, Arimbi, Arjuna satu dan Arjuna 2. Saat ini, kata Susi, pasien Covid-19 hanya dirawat di satu ruangan yakni Nakula dengan rincian ruang Nakula 1 digunakan untuk ICU, Nakula 2 untuk pasien suspek, dan Nakula 3 untuk perawatan pasien.

“Kami mengefektifkan ruangan, sehingga ada ruangan yang kami tutup. Kami konsentrasi di Gedung Nakula yang dulu kelas tiga kami atur sedemikian rupa. Yakni Nakula 1 untuk ICU, 2 untuk suspek dan kalau udah positif dirawat di lantai Nakula 3. Kami mengklasterkannya mudah tidak kemana mana, transportasi pasien juga mudah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Cara Mengetahui Telur yang Layak Dikonsumsi Pakai Air Garam

Susi mengakui karena menjadi rumah sakit rujukan lini pertama, banyak pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Wongsonegoro merupakan pasien rujukan dari luar Kota. Bahkan banyak dari mereka yang datang dalam kondisi kritis. Susi mengakui hampir seluruh pasien yang meninggal dunia merupakan pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan rata rata usianya diatas 50 tahun.

“Kita pahami karena kita rujukan, rujukan lini pertama jadi kita menjadi rujukan rumah sakit lain. Tentunya pasien yang butuh ICU, yang kondisi sudah kritis datang ke tempat kami. Tetapi yang sudah kita hitung tingkat kesembuhan 86 persen, 14 persen terlewatkan karena kondisi sudah buruk saat datang dan masuk ICU,” imbuhnya.

Selama Pandemi Covid 19, RSUD Wongsonegoro sudah merawat 4.166  Pasien, 685 di antaranya meninggal dunia dan 3.453 pasien sembuh. (hms/git)

  • Bagikan