Selaraskan Rencana Pengembangan Kompetensi, BPSDMD Jateng Adakan Forum Perangkat Daerah

  • Bagikan
Kepala BPSDMD Jateng, Arief Irwanto
PAPARAN: Kepala BPSDMD Jateng, Arief Irwanto saat memberikan sambutan pada acara Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rancangan Renja Tahun 2022 di Balai Sasana Widya Praja Kompleks Perkantoran BPSDMD Jateng, Kamis (25/3). (NANANG / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Dalam rangka melaksanakan persiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, penjaminan mutu, dan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rancangan Renja Tahun 2022 dengan tema “Strategi Pengembangan Kompetensi Mewujudkan ASN yang Berkompeten dan Profesional Menuju Birokrasi Berkelas Dunia”. Acara dilaksanakan di Balai Sasana Widya Praja Kompleks Perkantoran BPSDMD Jateng, Kamis (25/3).

Kegiatan yang juga diselenggarakan secara virtual tersebut ditujukan untuk mencapai kesepahaman dan sinergisitas antara BPSDMD Jateng dengan instansi kepegawaian kab/kota di Jawa Tengah, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan Jateng Corporate University menuju Jateng Pinter Bareng. Adapun peserta yang hadir dalam agenda virtual tersebut terdiri dari 35 instansi pembina kepegawaian kab/kota dan 48 OPD Provinsi Jawa Tengah.

Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Arief Irwanto mengatakan, agenda yang diadakan pihaknya tersebut dilakukan dalam rangka menyelaraskan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi dengan visi misi Gubernur dan prioritas pembangunan Jawa Tengah di tahun 2022 mendatang. Menurutnya, perencanaan pengembangan kompetensi ASN bukan hanya menjadi tugas BPSDMD saja, tapi juga merupakan tugas bersama dari masing-masing OPD yang ada.

“Ini merupakan bentuk sinergisitas antara OPD provinsi, OPD kab/kota dengan BPSDMD Jateng untuk melakukan perbaikan-perbaikan layanan guna menunjang upya percepatan reformasi birokrasi di jawa Tengah,” kata Arief.

BACA JUGA:  ASN hingga Kades Diinstruksikan Larisi UKM

Ia juga berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak yang berjejaring dalam mengembangkan kompetensi ASN untuk terus bersinergi guna peningkatan kompetensi pegawai. Ia menyebut, kerjasama dalam pengembangan kompetensi di Jawa Tengah sudah berjalan cukup baik, namun tetap memerlukan peningkatan kedepannya.

“Untuk itu, mari kita jaga komitmen bersama, keberanian dalam berubah, mampu beradaptasi, dan berani keluar dari zona nyaman serta melakukan inovasi dalam pengembangan kompetensi ASN di Jawa Tengah yang profesional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya.

Sementara itu, Stephanus Sukirno selaku anggota Komisi A DPRD yang hadirselakunarasumber, mengatakan bahwa mengupayakan kompetensi bagi ASN merupakan sesuatu yang mulia. Namun, bukan berarti tanpa kendala.

Menurutnya, salah satu kendala yang menjadi penghambat adalah mindset kebudayaan Indonesia yang kadangkala mengartikan pendidikan lewat waktu yang dikeluarkan atau lamanya berpendidikan, bukan bertumpu pada kemampuan atau kompetensi seseorang itu sendiri.

“Maka dari itu, pendidikan karakter dan nasionalisme harus juga menjadi pertimbangan BPSDMD Jateng dalam membuat kurikulum pelatihannya. Agar nantinya, pegawai itu mampu benar-benar berintegritas dengan sikap nasionalis yang tinggi,” tegasnya.

Dalam agenda yang berisi diskusi interaktif tersebut, hadir pula secara langsung narasumber lainnya dengan memperhatikan protokol kesehatan antara lain perwakilan BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah Muji Purnomo, akademisi Unnnes Dr. Yuli Utanto, serta anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Saiful Hadi dan Isnaeni. (cr2/gih)

  • Bagikan