Pers Sekolah Dituntut semakin Berintegritas

  • Bagikan
webinar pers sekolah Mu’allimin Annual Competition and Festival 7
BERPIKIR KRITIS: Puluhan siswa SMA mengikuti webinar pers sekolah Mu’allimin Annual Competition and Festival 7 yang diadakan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (28/3). (DOK. PRIBADI / LINGKAR JATENG)

YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 memaksa seluruh sistem pendidikan berubah secara drastis, mulai dari kegiatan belajar mengajar, sistem ujian dan kegiatan ekstrakulikuler siswa. Hal ini juga dirasakan oleh siswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Muallimin (LPM) Sinar yang harus tetap menjalankan fungsi sebagai pers sekolah meski tiap anggotanya terhalang jarak.

Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta Aly Aulia mengatakan, pers sekolah harus mampu menjadi lembaga kontrol yang memberikan kritik, pendidikan dan informasi kepada seluruh civitas akademik. Sehingga, lembaga pers harus bisa beradaptasi dengan keadaan yang terjadi.

“Pers sekolah harus bisa menjadi kontrol arus informasi dan tetap eksis meski berada di era yang baru,” katanya saat membuka webinar pers sekolah Mu’allimin Annual Competition and Festival 7, Minggu (28/3).

Aly juga menyebutkan, kondisi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang dan juga tantangan bagi pers sekolah. Sehingga, penggunaan teknologi harus bisa dimanfaatkan dengan baik, bukan malah memperlemah pemikiran kritis.

“Bukan hanya menyediakan informasi, tetapi juga harus bisa berpikir kritis terhadap keadaan sosial di sekolah,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Dua Mahasiswi UPGRIS Sukses Juarai Peksiminas 2020

Sementara itu, Redaktur Joglo Jateng Muhammad Fathoni menegaskan informasi yang diberikan oleh lembaga pers harus berimbang. Menurutnya, jika pers hanya melayangkan kritik kepada pihak sekolah tanpa didasari dengan narasumber, informasi dan data yang kuat merupakan hal tindakan yang gegabah.

“Menjadi seorang jurnalis harus memiliki integritas yang kuat, hal ini ditunjukkan dengan pengumpulan data dan informasi yang tepat,” jelasnya.

Fathoni juga menyebutkan, pers sekolah juga dapat menjadi media yang menyebarkan informasi positif tentang Covid-19. Narasi positif dapat meningkatkan harapan guru dan siswa untuk melewati kondisi seperti saat ini.

“Kalian bisa menyampaikan informasi yang positif untuk menambah motivasi semua orang untuk melewati kondisi ini,” tuturnya.(akh/gih)

  • Bagikan