Ternak Kelinci Sambil Produksi Pupuk Organik

  • Bagikan
Aprilianto, peternak kelinci
RAWAT: Aprilianto, peternak kelinci sedang memberi makan peliharaanya saat di kandang, belum lama ini. (SHOFWAN ZA’IM / LINGKAR JATENG)

REMBANG – Usaha ternak kelinci saat ini bisa dibilang cukup menjanjikan. Karena selain bisa di jual dagingnya, kelinci yang bagus warna bulunya bisa juga dijadikan hiasan. Tidak hanya itu, kotoran kelinci juga bisa dijadikan pupuk organik.

Aprilianto, peternak kelinci asal Desa Sulang, Kecamatan Sulang berhasil membudidayakan kelinci sekaligus memanfaatkan kotoranya untuk dijadikan pupuk organik. Dirinya sudah sepuluh tahun menggeluti usaha ternak ini.

“Sebenarnya ternak kelinci itu gampang, pasarnya juga mudah namun continue di produksinya yang agak sulit. Mulai lahir sampai menyusui itu resiko kematianya cukup tinggi. Jadi tidak bisa setiap bulan panen,” jelasnya.

Aprilianto menceritakan harga daging kelinci memang murah, namun terbilang stabil jika dibandingkan daging hewan lainnya. Hal itu yang sebenarnya menguntungkan peternak.

Namun menurut Aprilianto peternak kelinci di Kabupaten Rembang rata-rata lebih memilih ternak kelinci hias. Karena di hias harganya lebih menjanjikan. “Kelinci saya ini ada yang masuk di hias ada yang di daging. Kalau kelinci daging itu mainya lebih di percepatan bobot, sedang di hias itu main di warna,” paparnya.

Lebih lanjut Aprilianto menerangkan untuk kelinci pedaging membutuhkan waktu 4 bulan sampai panen dengan bobot 2 kg. Harga daging kelinci sendiri cukup baik, perkilonya kisaran Rp 35 ribu, jadi kalau satu kelincinya bobot 2 kg pendapatan per kelincinya sudah Rp 70 ribu.

BACA JUGA:  Akses Keuangan Difokuskan untuk Pemulihan Ekonomi

Selain untung dari jual kelinci, Aprilianto berhasil membuat pupuk organik yang bisa di manfaatkan untuk penyuburan tanaman. “Urinnya memang menurut penelitian untuk kualitas MPK nya nomor satu, di banding sapi dan kambing. Nomor satu kelinci, dua kambing tiga sapi. Dengan catatan pakan full hijauan. Dari hasil urin kelinci saya manfaatkan untuk fermentasi pupuk,” jelasnya.

Pupuk hasil fermentasi Aprilianto biasa digunakan untuk menyuburkan tanaman lombok, bawang merah dan tomat. Selain digunakan sendiri, pupuk kandang tersebut juga dipasarkan ke masyarakat umum.

Total kelinci yang saat ini dimiliki Aprilanto cukup banyak untuk skala rumahan karena bisa sampai ratusan. “Pas lagi banyak sekitar 50 indukan, dari 50 indukan itu biasanya punya anak 5. Jadi ada 250 kalau dihitung beserta anaknya. Tapi kalau di total dengan yang sudah besar itu pernah sampi 500,” pungkasnya. (cr6/fat)

  • Bagikan