Monumen Ki Narto Sabdo Diresmikan

  • Bagikan
Pematung Logam asal Semarang, Yehana Santoso Raharjo
BANGGA : Pematung Logam asal Semarang, Yehana Santoso Raharjo berfoto di monumen Ki Nartosabdo yang didirikannya, Selasa (30/3). (NANANG / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Tak banyak orang tahu tentang sosok budayawan bernama Ki Narto Sabdo. Sebagai seorang seniman besar, ia tak setenar seniman lainnya sekaliber Ismail Marzuki. Namun demikian, itu tak membuatnya terlupakan begitu saja dari dunia seni dan kebudayaan Nusantara.

Adalah seorang pematung logam asal Semarang bernama Yehana Santoso Raharjo yang berusaha kembali mengetuk ingatan publik tentang seniman kelahiran 25 Agustus 1925 itu. Bersama murid langsung Ki Narto Sabdo yang juga seorang pendiri PT. Jamu Jago dan Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana, ia menginisiasi berdirinya Monumen Ki Narto Sabdo di perempatan Pasar Johar Semarang, tepat di depan Hotel Metro.

“Ki Nartosabdo meninggal di Semarang, 7 Oktober 1985 pada umur 60 tahun. Banyak yang belum tahu kalau beliau  adalah salah satu dalang wayang kulit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia,” jelasnya.

Selain seorang dalang, Ki Narto Sabdo juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu Jawa yang sangat produktif. Melalui grup karawitan bernama Condong Raos yang ia dirikan, lahir sekitar 319 buah judul lagu atau gendhing, diantaranya adalah Caping Gunung, Gambang Suling, Ibu Pertiwi, Klinci Ucul, Prahu Layar, Ngundhuh Layangan, Aja Dipleroki, dan Rujak Jeruk.

BACA JUGA:  Goro Suro, Nguri-Uri Budaya Jawa

Dalam proses pembangunan monumen tersebut, seluruh dana pembangunan patung seratus persen berasal dari kantong pribadi Jaya Suprana karena kecintaan seorang murid kepada gurunya. Yehana menyebut, Jaya Suprana juga sedang mengusulkan Ki Narto Sabdo sebagai Pahlawan Nasional.

“Monumen ini memang didirikan salah satunya sebagai langkah awal Pak Jaya dan beberapa seniman termasuk saya dalam mengusulkan Ki Nartosabdo jadi pahlawan Nasional di bidang seni budaya seperti WR. Soepratman dan Ismail Marzuki,” ungkapnya.

Adapun monumen berupa patung wajah dan setengah badan Ki Narto Sabdo itu telah diresmikan langsung oleh Walikota Semarang pada Selasa (30/03) pagi. Menurut pengakuan Yehana, patung tersebut memiliki berat sekitar 70 kilo, dengan tinggi total 3,5 meter. (cr2/git)

  • Bagikan