Shalat Tarawih Jamaah Dibatasi 50 Persen

  • Bagikan
Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang
MENJAGA JARAK: Jamaah yang berada di Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang sedang menunggu datangnya waktu zuhur, Senin (5/4). (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pemalang memperbolehkan pelaksanaan shalat tarawih secara berjamaah di masjid atau musala. Meski begitu, pelaksanaannya harus dibatasi sebanyak 50 persen jamaah dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Pemalang Jaenal Abidin hal ini sudah sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kemenag Republik Indonesia. Saat prosesi peribadatan harus menjaga 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan selalu encuci tangan sebelum dan sesudah melakukan ibadah.

“Pelaksanaan nya nanti harus sesuai dengan protokol kesehatan karena ini sudah menjadi aturan yang harus dipenuhi jika ingin melakukan ibadah terutama tarawih pada bulan puasa nanti,” ungkapnya Senin (5/4).

Sesuai dengan surat edaran dari kemenag, Jaenal menjelaskan untuk pelaksanaan ibadah pada bulan puasa nanti seperti tarawih, tadarus, witir dan itikaf semuanya dibatasi dengan kapastitas 50 persen jamaah di masjid maupun musala. Hal ini juga bermaksud untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19 walaupun sekarang sudah ada vaksinnya.

BACA JUGA:  Sosialisasikan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes

Bupati Pemalang Agung Mukti membenarkan, pelaksanaan ibadah selama bulan puasa nanti harus menggunakan pedoman protokol kesehatan yang ketat. Ia menjelaskan pelaksanaannya harus dibatasi untuk jumlah kapasitas masjid atau musala harus 50 persen tidak boleh lebih dan tetap selalu menggunakan masker.

“Kami tetap selalu menyarankan ikuti prokes, kita ikuti nanti fatwa dari MUI dan pemerintah pusat, tapi yang jelas kami harapkan prokes tetap dilakukan dengan ketat jangan sampai kendor,” jelasnya.(cr8/akh)

  • Bagikan