Bulan Puasa, Vaksinasi Lansia Diprioritaskan

  • Bagikan
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Yulies Nuraya
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Yulies Nuraya. (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Jelang bulan Ramadan, pemerintah terus menggenjot proses vaksinasi virus Covid-19. Hal ini karena penyuntikan vaksin dianggap tidak membatalkan puasa. Keputusan tersebut sudah megantongi surat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang akan mentargetkan dan memprioritaskan lansia. Sebab, dari jumlah kasus meninggal karena Covid-19, 50% didominasi oleh para lansia.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit, Yulies Nuraya menjelaskan, vaksinasi di bulan puasa masih akan berlangsung. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap yaitu 28 hari.

“Di bulan puasa nanti kami akan tetap melakukan vaksinasi dan hal ini juga telah dijelaskan oleh MUI. Proses penyuntikan vaksin tidak akan membatalkan ibadah puasa, jadi untuk umat islam tidak perlu mengkhawatirkannya,” ungkapnya.

Ia menuturkan banyak sekali dari masyarakat yang ingin segera divaksin. Namun pihaknya kembali mejelaskan bahwa, prioritas utama saat ini adalah para lansia. Yulies berharap masyarakat dapat mengerti akan hal ini karena usia lansia adalah yang paling rentan tertular virus Covid-19.

“Semuanya dapat giliran baik anak muda maupun usia dewasa. Namun kali ini karena usia lansialah yang paling rentan terinveksi, maka harus bersabar, jangan sampai orang tua, nenek dan kakek kita menjadi korban,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Untuk membantu program pemerintah ini Yulies berharap agar semua masyarakat dapat membantu para lansia untuk bisa segera divaksin. Salah satunya dengan mendaftarkan di puskesmas terdekat. Karena masih banyak lansia yang tidak mengerti bagaimana cara untuk mendapatkan vaksin dan bingung pedaftarannya maka mereka harus didampingi oleh keluarga.

“Keluarga agar bisa mendampingi nenek dan kakek mereka agar bisa mendapatkan vaksin dengan satu orang mendampingi dua lansia. Karena sebagian besar dari mereka tidak tau bagaimana cara mendaftarkan diri di puskesmas jadi butuh damping dari keluarga,” jelasnya. (cr8/fat)

  • Bagikan