Parkir Lantai Tiga Pasar Randudongkal Sudah Dioperasikan

  • Bagikan
parkir Pasar Randudongkal lantai tiga
DIGUNAKAN: Kondisi parkir Pasar Randudongkal lantai tiga yang sudah mulai difungsikan sebgaian untuk kendaraan roda dua, belum lama ini. (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

PEMALANG — Jelang Ramadan, pengelolaan Pasar Randudongkal sedang dalam proses optimalisasi. Selain lantai satu yang sudah beroperasi, lantai tiga untuk parkir kendaraan juga sudah mulai dioperasikan, dengan keamanan yang maksimal.

Kepala Pasar Randudongkal, Latip mengatakan, saat ini lahan parkir sudah beroperasi dan sudah ada penjagaan dari petugas pasar. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan kendaraan pengunjung yang datang.

“Pasar Randudongkal ini dilengkapi dengan 58 cctv sebagai pengaman. Salah satunya untuk pengamanan pengendara. Biar pengunjung tenang ketika datang, dan tidak perlu was-was saat berbelanja,” kata Latip.

Ia melanjutkan, lahan parkir sekarang sudah mulai dipusatkan di lantai tiga, mengingat depan pasar menjadi wewenang dari Dishub. Selain itu, pihaknya juga sudah menjalin koordinasi dengan Dishub supaya bisa ikut membantu mengawasi pengendara yang susah diatur.

Pemusatan lahan parkir bukan tanpa alasan. Menurutnya, dengan pemusatan parkir bisa menurunkan potensi tindak kriminal, baik pencurian motor maupun helm. “Yang jelas lebih aman kalau dipusatkan. Bukan hanya itu, kenyamanan dan kelancaran juga bisa dimaksimalkan. Soalnya depan pasar kan dulu kerap macet karena parkir yang semrawut, apalagi menjelang Ramadan,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Shalat Tarawih Jamaah Dibatasi 50 Persen

Meski pada awalnya lantai tiga hanya diperuntukkan untuk parkir mobil, Latip mengambil kebijakan agar parkir tersebut bisa digunakan untuk sepeda motor. Kebijakan tersebut diambil atas dasar pedagang dan pengunjung yang mayoritas menggunakan motor.

Untuk saat ini, ia menjelaskan bahwa lahan parkir masih dikelola oleh pihak pasar. Tidak menutup kemungkinan, lahan tersebut juga akan dikelola oleh pihak ketiga.

“Kemarin ada yang mau sewa, cuman dari Diskoperindag sedang menelaah untuk mencari dasar hukumnya. Kalau boleh ya bakal disewakan, kalau tidak boleh ya berarti tidak disewakan,” pungkasnya. (cr1/fat)

  • Bagikan