Harapkan Pembelajaran Daring Segera Berakhir

  • Bagikan
Plt. Kepala SMP Negeri 3 Bae
PENGARUH: Plt. Kepala SMP Negeri 3 Bae, saat ditemui awak media, Kamis (15/4). (ZULFIA HARYANTI / LINGKAR JATENG)

KUDUS – SMP Negeri 3 Bae, Kabupaten Kudus mengharap pembelajaran daring segera berakhir. Sebab hal itu sangat mempengaruhi karakter siswa.

Pelaksana tugas (Plt.) SMP Negeri 3 Bae, Jarno mengatakan, pembelajaran secara daring menyebabkan karakter siswa tidak terbentuk. Hal itu bukan karena minimnya sarana dan prasarana saja. Namun kemauan siswa yang kurang, sebab tidak semua orang tua bisa mengawasi anak-anak mereka.

“Terbukti saat menerima rapor semester ganjil, hampir 50 persen rapor mereka tidak ada nilainya. Kalau guru memberi nilai tapi siswa tidak mau belajar, hal itu tidak akan mendidik,” ujarnya.

Selain itu, ada kendala lain, yakni belum semua anak memiliki gadged. Ditambah lagi kuota dan jaringan yang belum bisa diupayakan. Dari hasil pembelajaran daring yang tidak maksimal tersebut, sekolah memberikan angket kepada semua wali murid. Dari angket tersebut, menurut Jarno, hampir 95 persen dari mereka menginginkan anaknya mendapatkan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali.

“Semula, untuk assesment kami memilih daring karena ada syarat yang tidak terpenuhi yaitu vaksinasi. Namun, guru SMP 3 Bae diberi jatah vaksin besok pagi. Akhirnya kami akan melakukan assesment luring. Sehingga kami juga harus mengubah prosedur lagi. Mulai soal yang belum dicetak sampai mengkondisikan siswa. Namun itu tidak jadi masalah karena pekerjaan rutin, dan akan kami usahakan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Agustina Wilujeng : Sejarah Harus Tetap Jadi Pelajaran Wajib

Menurut Jarno, dari semua sekolah yang ada di Kabupaten Kudus, 50 persen diantaranya, sekitar 29 sekolah akan difasilitasi vaksinasi untuk guru. Sehingga kemungkinan besar assesment bagi sekolah yang gurunya sudah divaksin akan dilakukan secara luring.

“Jika sekolah kami dipilih menjadi ssekolah yang akan melakukan PTM, kami akan siap. Saya berharap, semoga semua aktivitas kami segera dipulihkan kembali dalam kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (zul/fat)

  • Bagikan