Kunci Guru Berprestasi, Selalu Belajar dan Belajar

  • Bagikan
Agus Susilo Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pemalang
Agus Susilo Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pemalang. (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Dalam belajar harus ada niat kuat terutama fokus dengan apa yang dikerjakan. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah, melainkan butuh proses dan kegagalan.

Itulah salah satu kata-kata yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pemalang Agus Susilo. Pria yang lahirkan di Desa Temuireng Kecamatan Petarukan pada 1 April 1970 itu merupakan anak dari pasangan S.Wahyo seorang purnawiraan Polri (almarhum) dengan Casmuri.

Dibesarkan oleh keluarga Polri tidak membuat ia merasa sombong dan berbesar diri. Hal ini dibuktikan dengan kerja kerasnya hingga bisa menjadi kepala sekolah berprestasi pada tahun 2018 lalu. Untuk menjadi sekarang ini sudah banyak pengalaman yang dilaluinya dari mulai pendidikan sekolah dasar sampai ke SMA di Pemalang lalu bisa melanjutkan pendidikan sarjana di Solo.

“Dulu saya memberanikan diri untuk melanjutkan sekolah di luar kota dan jauh dari orang tua, tapi ciri khas orang dulu mereka sudah mandiri sejak dini jadi saya tidak terlalu khawatir waktu itu,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (15/4).

Agus susilo yang gemar belajar membuatnya bercita-cita menjadi seorang guru untuk bisa memberikan ilmunya. Begitu lulus dari bangku kuliah ia langsung bekerja sebagai guru tidak tetap di SMP Petarukan. Lalu di tahun 1989 Susilo mencoba mengikuti tes CPNS dan lolos ditempat dan pindah mengajar ke SMPN 3 Ampelgading pada 1999.

BACA JUGA:  Guru Sebagai Abdi Negara

“CPNS tahun 1998 adalah waktu era reformasi sehingga secara teknis tahap seleksi dilaksanakan sesuai SOP yang ada. Waktu itu peserta yang ikut sekitar 240 an untuk jurusan Biologi, dan yang di butuhkan hanya 2 orang.  Alhamdulilah atas izin Allah dan doa orang tua dan teman-teman saya dinyatakan lulus dengan peringkat 1 dan ditempatkan di SMPN 3 Ampelgading tahun 1999,” ujarnya.

Tidak ada yang mudah. Perlu 14 tahun karirnya sebagai guru agar ia bisa mendapatkan prestasi di lomba guru berprestasi setelah pindah ke SMP N 2 Pemalang pada tahun 2010 menjadi juara satu. Pengalaman yang lalu tidak membuatnya merasa cukup ia terus mencari serta menggali ilmu. Untuk itu, Susilo melanjutkan S2 nya di Unnes dan lulus tahun 2012.

“Saya memang selalu ingin belajar dan belajar dari siapapun dan dimanapun saya selalu belajar, tidak memandang dari siapa ilmu itu datang tapi bagaimana saya menerima dan menyalurkannya ke para siswa,” ungkapnya dengan samangat.

Tak lupa ia berpesan kepada seluruh generasi muda agar selalu rendah diri. Jangan mudah berbangga dengan apa yang didapatkan karena masih ada langit diatas langit. (cr8/gih)

  • Bagikan