Ajang Bagi Takjil Bersama Seniman Pantomim

  • Bagikan
seniman pantomim
AKSI: Salah satu seniman pantomim sedang beraksi di pinggir jalan Sumberejo, Minggu (18/4). (SHOFWAN ZA’IM / LINGKAR JATENG)

REMBANG – Pemuda Desa Sumberejo Kecamatan Rembang mempunyai cara tersendiri untuk mengisi kegiatan di bulan ramadhan. Acara tersebut diberi nama Mbelik Ramadhan, sebuah kegiatan bagi takjil dengan menggandeng seniman pantomim.

Kegiatan membagikan takjil ini dilaksanakan bersama karang taruna Kecamatan Rembang. Lokasinya di sepanjang jalan selatan pasar kota Rembang. Rahmat Zaenal, perwakilan dari karang taruna Kecamatan Rembang menuturkan, kegiatan unik ini dalam rangka memberikan warna bagi kegiatan kepemudaan di kota Rembang.

“Untuk yang pertama kita roadshow ke Boem Cafe di Tasikagung. Yang kedua kita berkolaborasi dengan karangtaruna Desa Sumberejo yang di komandoi bapak Bambang Sumantri ketua Info Rembang Berbagi (IRB).  Disini mengajak seniman pantomim,” jelasnya.

Rahmat menjelaskan akan kembali meneruskan roadshow ke beberapa Desa di kecamatan Rembang. Selanjutnya, menurut dia, karang taruna bisa diajak kolaborasi, seperti desa Sawahan, Waru dan lainya.

“Untuk target berbagi takjil bersama seniman pantomim ini memang dikhususkan di dalam kota Rembang karena dirasa kegiatan kepemudaan sangat minim. Targetnya Rembang kota, karena di Rembang kota itu minim kegiatan. Kita pengen Rembang menyala lagi. Ada kegiatan-kegiatan postif,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Pemkab Rembang Kembangkan Sendang Kapuntren untuk Wisata

Selamet Kamik Kepala Desa Sumberrejo berharap dengan adanya kegiatan Mbelik Ramadhan diharap pemuda Sumberejo tergerak untuk melakukan kegiatan positif lain. Selain membagi takjil, kegiatan Mbelik Ramadhan ini juga mengakomodir penjual makanan yang ada di sekitar jalan Sumberejo untuk bersama berjualan di lokasi yang sudah di tentukan. Dengan antusias yang cukup ramai Selamet berharap bisa merambah ke penjualan pakaian.

“Keinginan dari pemdes bukan hanya di kuliner saja. Nanti kalau situasi memungkinkan karena lokasi yang strategis alangkah baiknya dibuka untuk fashionnya.  Untuk menyambut lebaran kalau masyarakat butuh baju, sandal bisa kesini,” imbuhnya.

Terkait nama Mbelik, menurut Selamet nama itu diambil dari tokoh pembuka pertamakali Desa Sumberejo. pihaknya mengangkat Mbah Mbelik karena cikal bakal Desa Sumberejo, yakni dari Mbah Mbelik. Oleh karena itu, kegiatan tersebut dinamai Mbelik Ramadhan. (cr6/zul)

  • Bagikan